Selasa, 19 November 2019 15:35:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 2239
Total hits : 5093132
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hasto Ajak Seluruh Kader PDI Perjuangan Bijak Menggunakan Medsos






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 25 September 2019 23:05:23
Hasto Ajak Seluruh Kader PDI Perjuangan Bijak Menggunakan Medsos

Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengimbau semua pihak untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) dan tidak ditujukan untuk menyebarkan kebohongan dan kebencian. Penggunaan medsos untuk memecah belah bangsa patut diwaspadai.

"Kita harus menghindari adanya berita bohong, fitnah, apalagi upaya memprovokasi. Kita harus menggunakan kemajuan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan, untuk kepentingan kebersamaan. Jangan sampai kemajuan teknologi dipakai untuk pecah belah bangsa," ujar Hasto.

Harapan itu disampaikan Hasto mengikuti perkembangan pembicaraan di sosial media khususnya terkait revisi sejumlah RUU di DPR serta demonstrasi di Wamena, Papua.

"Ini ada pemelintiran luar biasa, seolah-olah revisi UU KPK pun berarti pro pada korupsi. Padahal, PDIP mempunyai kebijakan kader yang korupsi langsung dipecat seketika. Ini sangat disayangkan. Kita berharap kemajuan medsos tidak dipergunakan untuk menyebarkan pelintiran seperti itu, apalagi menyebarkan kebohongan," kata Hasto seusai memberikan pengarahan pada rapat koordinasi DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu (28/9).

"Di Papua ada berita bohong dan fitnah terkait isu rasisme yang disebarluaskan melalui medsos. Kemajuan teknologi informasi disalahgunakan untuk menyebarkan kebohongan yang membuat terciptanya kondisi tidak aman," jelas Hasto.

Oleh sebab itu, Hasto menambahkan, PDIP mengajak seluruh komponen bangsa untuk mewaspadai adanya upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah bangsa. Potensi adanya ancaman bagi keutuhan bangsa saat ini salah satunya justru dari perkembangan medsos yang digunakan dengan tidak bertanggung jawab.

“Seluruh rakyat Indonesia harus mewaspadai upaya adu domba internal bangsa. Apa yang terjadi di Wamena, dan banyaknya yang menggunakan isu revisi beberapa RUU di DPR harus dicermati agar tidak destruktif. Kritik dan aspirasi bebas di negara demokrasi, namun kerukunan dan keamanan nasional tetap harus dikedepankan," tambah Hasto.

Atas dasar hal tersebut, maka benteng sosial-keamanan masyarakat harus diperkuat baik secara fisik maupun di jagad maya. "Semua pihak diimbau untuk bijak menggunakan medsos. Hindari provokasi yang mengarah memecah belah bangsa," kata Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Wasekjen PDIP Arif Wibowo, Wakil Bendahara PDIP Rudianto Tjen menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dipimpin Ketua DPD PDIP Didit Srigusjaya beserta ratusan kader.

Suara Pembaruan

dilihat : 40 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution