Jum'at, 22 November 2019 17:36:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520227
Hits hari ini : 1685
Total hits : 5100971
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Aktivis Lingkungan Hidup Lembata Nikah Diwarnai Aksi Tanam Pohon di Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 21 September 2019 08:11:24
Aktivis Lingkungan Hidup Lembata Nikah Diwarnai Aksi Tanam Pohon di Gereja

Lembata - Dua orang aktivis lingkungan hidup di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata Andre Belutowe dan Ani Lamak melangsungkan pernikahan mereka dengan cara yang berbeda.

Usai menerima sakramen pernikahan di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Andre dan Ani pun langsung menanam pohon sakura di halaman samping gereja.

Tak ada ledakan konveti, pelapasan balon atau burung merpati di depan gereja sebagaimana biasanya pasangan pengantin lainnya.

Disaksikan Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Pater Barnabas, CSSR, keluarga dan sahabat kenalan, kedua mempelai dengan sigap menanam anakan pohon sakura tersebut.

Aksi kedua mempelai ini pun langsung disambut tepukan tangan meriah dan apresiasi dari para sahabat dan keluarga.

"Sebagai pecinta alam salah satu kegiatan kami juga adalah pelestarian lingkungan dan kami juga mau ambil bagian dalam misi gereja yakni penyelamatan ibu bumi," ungkap sang mempelai pria, Andre sebelum menanam pohon, Jumat (20/9/2019) siang.

Mempelai wanita, Ani Lamak menyampaikan alasan mereka memilih pohon sakura yang ditanam di hari bahagia mereka.


Bunga sakura selain indah dan sedap dipandang mata, bunga khas negara Jepang juga saat ini sedang populer di kalangan masyarakat.

Dia mengaku bahagia bunga tersebut ditanam di gereja di hari pernikahan mereka.

Pater Barnabas menyebutkan penanaman pohon di hari pernikahan ini adalah simbol kehidupan.

Kedua mempelai mengajak umat supaya mencintai tanaman dan mulai menghijaukan bumi ini.

Sepanjang tugasnya sebagai pastor, imam biara Redemptoris ini mengaku kalau ini pertama kalinya ada umatnya menandakan hari pernikahan mereka dengan menanam pohon.

"Gereja mengajarkan supaya bumi dicintai, dipelihara dan tidak boleh dirusak dan gereja mengajarkan satu dosa besar kalau ada yang merusak lingkungan. Gereja sudah lama menganjurkan ini," pungkas pastor yang memberkati kedua mempelai tersebut.

Usai menanam pohon di halaman gereja Lamahora, kedua mempelai juga melanjutkan menanam anakan pohon sakura di Gereja Paroki Beneaux Kota Lewoleba.

Aksi ini mendapat apresiasi dan pujian dari pastor paroki dan umat sekalian.

Sahabat kedua mempelai, Andry Atagoran yang ikut dalam aksi mengatakan tindakan menanam pohon di hari pernikahan ini merupakan ajakan sekaligus inspirasi bagi kaum muda lainnya yang mau melangsungkan pernikahan.

"Ini inspirasi untuk kita semua. Ini ajakan untuk mencintai lingkungan juga," tandasnya.(poskupang/red)

dilihat : 48 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution