Kamis, 21 November 2019 04:58:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 530
Total hits : 5096729
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Peringati Insiden Hotel Yamato, Walikota Risma Kobarkan Semangat Pemuda






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 20 September 2019 08:08:59
Peringati Insiden Hotel Yamato, Walikota Risma Kobarkan Semangat Pemuda

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar peringatan insiden perobekan bendera Belanda (merah-putih-biru), yang terjadi pada 19 September 1945 silam di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit).

Atraksi teatrika tersebut, menceritakan tentang proses perobekan bendera yang dilakukan Arek-Arek Suroboyo pada kala itu. Semangat yang membara muncul dari pemeran yang dimainkan lakon per lakon. Suasana seketika tegang dan haru ketika Arek-Arek Suroboyo berupaya keras merobek bendera warna biru yang menjadi lambang Negara Belanda.

Dengan semangat berapi-api, mereka memanjat tiang tertinggi di Hotel Majapahit dan berusaha secepat mungkin merobek bendera tersebut. Bahkan saat adegan perobekan bendera selesai, para peserta upacara langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. Dalam adegan itu salah seorang pejuang terkena tembakan setelah berhasil mengibarkan bendera Sang Merah Putih.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui pidatonya mengobarkan semangat yang berapi-api. Ia mengajak generasi penerus, terutama anak-anak muda untuk tidak berhenti menghargai jasa pahlawan yang membuat bangsa dan kota ini merdeka dari penjajah. Caranya adalah dengan terus berjuang untuk menggapai cita-cita.

“Merah putih adalah telah menyatu dalam tulang Arek Suroboyo. Kami Arek-Arek Suroboyo adalah penerusmu, kami Arek-Arek Suroboyo adalah pewarismu yang tidak sedikit pun luntur darah dan tidak sedikitpun goyah. Kami adalah petarung yang teguh menjaga Indonesia. Merah Putih, Merdeka..Merdeka,” kata Wali Kota Risma dalam pidatonya, Kamis (19/9).

Pada pidatonya. Wali Kota Risma juga didampingi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya. Menurutnya, peringatan ini harus terus dilakukan. Sebab ia menilai, bahwa ini merupakan upaya mentransfer kepercayaan diri untuk pemuda-pemudi.

"Tidak perlu takut menghadapi apapun dan jangan pernah untuk menyerah dengan segala keterbatasan yang ada,” tegasnya.

Di era digital 4.0 ini, ia mengimbau kepada Arek-Arek Suroboyo supaya berjuang lebih keras lagi. Sebab, tantangan yang dihadapi pun berbeda dan lebih besar lagi. Namun demikian, orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya ini telah mampu bersaing di era digital teknologi 4.0 tingkat dunia.

“Hasil survey penggunaan teknologi di Surabaya itu banyak produktifnya dibanding mudaratnya. Jadi artinya kita bisa gunakan untuk menunjang keberhasilan dari tujuan kita,” tuturnya.

Risma ingin, dalam pemanfaatan teknologi jangan sampai menguasai penggunanya (manusianya). Akan tetapi sebaliknya, pengguna lah yang harus menguasai teknologi agar tujuan masyarakatnya bisa hidup lebih sejahtera.

“Kita tidak perlu takut. Sebetulnya Surabaya ini sangat maju untuk digital 4.0. Dan itu dunia sudah mengakui tentang industri 4.0 di Surabaya,” jelasnya.info/red

dilihat : 74 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution