Kamis, 19 September 2019 07:29:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 759
Total hits : 4961863
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa UBAYA Buat Board Games “Survival Land” dan “The Pamona”






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 12 September 2019 08:11:21
Mahasiswa UBAYA Buat Board Games “Survival Land” dan “The Pamona”

Surabaya - Dua mahasiswa program studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), buat board games “Survival Land” dan “The Pamona” yang akan memberikan pengalaman bermain yang berbeda kepada generasi milenial.

Board games “Survival Land” buatan Robert Surya Nata merupakan permainan mengasah otak dan melatih kerjasama tim dalam bertahan hidup di alam terbuka dengan membuat rute perjalanan yang tepat untuk mencapai garis finish bersama. Selain sebagai media hiburan, board games “The Pamona” milik Victor Riyois Sorongku dilengkapi dengan penjelasan yang mengedukasi pemain terkait potensi wisata kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Robert dan Victor akan bermain board games dengan pengunjung pada Informatics Creative Festival 2019 yang digelar pada Rabu, 11 September 2019, di Atrium Hall East Coast Center Lt. 1, Pakuwon City, Surabaya.

Robert Surya Nata menuturkan bahwa board games “Survival Land” merupakan cara baru melatih kekompakan dan kerjasama tim di kalangan generasi milenial. Permainan ini dirancang untuk meminimalisir sisi negatif dari penggunaan gadget yang membuat generasi milenial menjadi pribadi yang individu, egois dan cenderung mengurangi pertemuan tatap muka dalam berkomunikasi .

“Secara tidak langsung, dengan bermain board games ini pemain akan diajak untuk hidup bersosialisasi dan lebih peduli kepada sesama,”ujarnya.

Berbeda dengan board games pada umumnya, kemenangan dalam permainan bukan diraih secara individu namun berkelompok. Setiap pemain dalam permainan digambarkan sebagai sekelompok anak dari abad 22 yang terlempar ke dunia masa lalu dimana terjadi banyak bencana di dalamnya.

Selain berusaha menemukan rute jalan, pemain akan berhadapan dengan bencana alam yang membuat dirinya atau pemain lain terluka dan perjalanan terganggu. Setiap pemain memiliki kemampuan masing-masing yang berguna untuk saling membantu dalam permainan.

Pemain dapat berperan sebagai Path Fixer untuk membuka jalan yang terkena bencana seperti longsor dan pohon tumbang, Medic bertugas menyembuhkan diri sendiri atau pemain lain yang terluka terkena bencana, dan Path Finder memiliki kemampuan melihat rute jalan yang ingin dibuka dengan jarak dua kartu didepannya. Board games “Survival Land” dapat dimainkan dengan durasi permainan selama 30 sampai 60 menit oleh tiga hingga enam orang untuk usia 18 tahun keatas.

“Permainan ini membutuhkan strategi, komunikasi, dan kerjasama tim yang baik. Jika meninggalkan salah satu pemain dalam games, maka permainan akan berakhir dan kalah. Jika mau menang maka tidak boleh meninggalkan pemain yang lain dan harus saling membantu jika terkena bencana alam selama permainan berlangsung. Setiap pemain harus menurunkan ego masing-masing untuk mencapai garis finish dan meraih kemenangan bersama,” ujar pria kelahiran Banjarmasin ini.info/red

dilihat : 40 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution