Kamis, 19 September 2019 07:59:41 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 819
Total hits : 4961923
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pelanggan Smartfren Tumbuh 150% dalam 3 Bulan di Kalimantan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 11 September 2019 08:11:57
Pelanggan Smartfren Tumbuh 150% dalam 3 Bulan di Kalimantan

Surabaya - PT Smartfren Telecom mencatat pertumbuhan pesat pelanggan di Kalimantan hingga 150% dalam tiga bulan terakhir atau periode Juni-Agustus 2019. Setelah program Unlimited, program undian WOW Smartfren diharapkan kembali semakin mempercepat pertumbuhan pelanggan di kota-kota besar Kalimantan.

“Dalam dua hingga tiga bulan lalu, Smartfren agak sedikit fokus ke Kalimantan. Tapi ini bukan karena masalah pemindahan ibu kota. Jauh sebelum rencana pemindahan ibu kota pun, kami sudah lama memprogramkan untuk masuk ke Kalimantan. Hari ini, kami sudah lihat hasilnya yang cukup signifikan, meningkat hampir 150% lebih,” ujar Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo di sela-sela acara peluncuran program undian WOW Smartfren di Jakarta, Selasa (10/9).

Munir menjelaskan, target ekspansi layanan bukan menyasar pada suatu tempat atau pulau tertentu seperti Kalimantan. Dalam bisnis telekomunikasi, pencapaian operator akan berpatokan pada persentase populasi. Popularitas Smartfren diyakini karena layanan 4G LTE yang optimal dan program-program promosi.

“Kami pilih tempat yang mana dulu di Kalimantan. Yang pasti, Smartfren sudah ada di Singkawang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Samarinda. Memang masih kota-kota besar, untuk start memang wajar begitu, apalagi Smartfren masih terhitung baru masuk di Kalimantan,” paparnya.

Di sisi lain, Munir meyakini kemampuan Smartfren menyerap banyak pelanggan baru sudah sangat siap. Dengan pencapaian 20 juta pelanggan di seluruh Indonesia, Smartfren tinggal meningkatkan okupansi jaringan di Kalimantan. Setidaknya Smartfren dapat menarget hingga 80% okupansi di jaringan yang sudah tersedia.

“Ibarat kendaraan umum, kalau kursinya bisa terjual 80% saja kan sudah bagus. Misalnya kita sebut angka sample kapasitas hingga 5 juta untuk terisi penuh, ya kami ingin 80% dari angka 5 juta itu. Kalau bisa mencapai persentase tersebut, istilahnya kami sudah sesuai target yang diharapkan. Pokoknya kami akan utilisasi semua perangkat yang ada agar network Smartfren bisa mencapai minimal 80% okupansinya. Tapi bukan berarti 80% terus berhenti, Smartfren akan terus upayakan pengembangan,” tambah Munir.b1/sp

dilihat : 20 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution