Senin, 18 November 2019 05:58:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 532
Total hits : 5088711
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kemhub Siapkan 2 Aturan Kendaraan Listrik






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 29 Agustus 2019 17:05:41
Kemhub Siapkan 2 Aturan Kendaraan Listrik

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan dua peraturan menteri perhubungan (PM) terkait uji tipe dan uji berkala kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Hal tersebut sebagai tindak lanjut penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi mengungkapkan, pihaknya berupaya mempercepat penerbitan kedua PM itu sebagai komitmen Kemhub mendukung tersedianya kendaraan ramah lingkungan bertenaga listrik.

"Porsi saya, ada dua regulasi yang sedang kita percepat. Namun sesungguhnya yang satu sudah siap (untuk uji tipe) karena saya kan ikut dalam pembahasan Perpres 55. Jadi sudah disiapkan rancangan peraturan menteri untuk uji tipe," papar Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Budi menekankan, PM uji tipe kendaraan bermotor listrik sudah hampir selesai dan saat ini prosesnya dalam tahap harmonisasi. Menurut dia, PM tersebut bakal segera diteken menteri perhubungan, kemudian diterbitkan pada September 2019.

Salah satu poin baru dalam PM uji tipe terkait kendaraan bermotor listrik, terang Budi, adalah menyangkut masalah kinerja dari baterai. Kemhub bakal melakukan pengujian terhadap baterai karena nanti tersedia alat ujinya.

"Karena di tahun 2020 saya sudah melakukan pengadaan (untuk baterai) sehingga tahun 2020 saya tidak tergantung lagi untuk kinerja baterai itu. Saat ini, saya kan masih mengandalkan negara di mana pembuat baterai itu ada untuk sertifikasi," imbuh Budi Setiyadi.

Selain itu, lanjut dia, PM soal uji berkala masih dalam proses perancangan. Nantinya, regulasi menjadi acuan bagi kendaraan umum dan barang bermotor listrik untuk diuji berkala enam bulan sekali. "Kalau peraturan uji berkala kendaraan bermotor listrik hampir sama dengan bahan bakar fosil. Namun mungkin di situ juga kinerja baterai dilakukan uji berkala juga," papar Budi.b1/red

dilihat : 30 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution