Selasa, 19 November 2019 14:28:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 2038
Total hits : 5092931
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Permainan Lesung Ratusan Tahun Pukau Walikota dan Wakil Walikota Serang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 23 Agustus 2019 08:11:18
Permainan Lesung Ratusan Tahun Pukau Walikota dan Wakil Walikota Serang

Serang - Kesenian Bendrongan salah satu kesenian daerah Banten ikut meriahkan fetival budaya Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis(22/9/2019). Yang menarik, lesung, alat tradisional wadah yang digunakan menumbuk padi masih eksis memeriahkan acara.

Padahal Lesung milik padepokan kesenian warga Cimoyan, Kelurahan Sepang, Kecamatan Serang telah berusia ratusan tahun.

Di hadapan para pejabat Pemkot Serang, sejumlah warga Cimoyan antusias memainkan kesenian yang mulai punah tersebut. Bahkan Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri pun turut memainkan dan menumbuk Lesung dengan Alu, alat penumbuk padi.

Tak kurang dari tiga menit pejabat Pemkot Serang ikut memainkan kesenian bendrongan hingga menjadi ketukan nada yang menarik perhatian penonton.

Ijay, pembina Padepokan kesenian Bendrongan mengatakan kesenian bendrongan merupakan warisan leluhur warga Cimoyan yang sudah ratusan tahun. Untuk itu ia membentuk padepokan kesenian bendrongan sebagai upaya menjaga tradisi menumbuk padi sebagai budaya warga Cimoyan.

“Lesung ini usianya sudah ratusan tahun mas, jadi ini warisan nenek moyang yang secara turun temurun dijaga sama warga Cimoyan,” ujarnya usai menampilkan kesenian bendrongan.

Ijay menjelaskan saat ini kesenian bendrongan tersebut digunakan untuk acara-acara masyarakat dan pemerintahan seperti pesta panen dindaerah Kota Serang dan juga penyambutan tamu pemerintahan di wilayah Banten. Ia berharap kesenian daerah Banten tetap eksis di era milenial sekarang.

“Sebagai generasi muda, kita harus bangga dengan peninggalan tradisi nenek moyang kita. Karena ini merupakan warisan budaya yang bernilai yang mesti dijaga,” ujarnya.

Dalam pawai budaya ini setiap kelompok berupaya menampilkan ragam khas kebudayaan daerah, baik dari sisi kostum maupun atraksi kesenian. Ada juga beberapa intasnsi yang menampilkan kekhasan kostum atau sarana prasarana di lingkungan kerja mereka. (Dhe/Red)

dilihat : 42 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution