Selasa, 12 November 2019 06:19:43 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520205
Hits hari ini : 700
Total hits : 5072070
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pernyataan Sikap GMKI Wilayah V Terkait Tindakan Aparat Pada Mahasiswa Papua di Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 22 Agustus 2019 11:05:49
Pernyataan Sikap GMKI Wilayah V Terkait Tindakan Aparat Pada Mahasiswa Papua di Surabaya

Surabaya, Pustakalewi.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah V yang meliputi provinsi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat mengeluarkan pernyataan sikap terkait tindakan aparat kepada mahasiswa Papua di Surabaya.

Tindakan aparat ini merupakan bagian dari konflik berawal dari penggerudukan sejumah ormas di komplek asrama mahasiswa Papua di Kalasan Surabaya yang kemudian berbuntut kepada beberapa ketegangan dan kerusuhan terutama di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Koordinator GMKI Wilayah V, Ridwan Tapafeto kepada Pustakalewi.com mengungkapkan GMKI mempunyai perhatian besar kepada masalah kemanusiaan yang menimpa sesama anak bangsa ini sehingga perlu untuk mengeluarkan surat pernyataan yang didalamnnya juga memuat kronologis peristiwa di Kalasan dan sikap GMKI Wilayah V.
Berikut isi surat pernyataan tersebut.

Pernyataan Sikap Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Wilayah V terkait Tindakan Aparat Pemerintah terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.
Kronologi Lengkap Kejadian Penangkapan Terhadap Mahasiswa Papua Di Surabaya
1. Pada Rabu 14 Agustus 2019 sekitar pukul 09.30 WIB, Satpol PP mengunjungi asrama mahasiswa Papua dan meminta izin untuk melakukan pemasangan bendera.
2. Pada Kamis 15 Agustus 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, Drs. Ridwan Mubaraun M.Si sebagai camat Tambaksari bersama TNI dan Satpol PP, melakukan pemasangan bendera merah putih diluar pagar asrama mahasiswa Papua Surabaya.
3. Pada Jumat 16 Agustus 2019, di jalan Kalasan No. 10 sekitar pukul 15.20 WIB, anggota TNI/Polri, Satpol PP dan sejumlah ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua dengan tuduhan kepada mahasiswa Papua melakukan perusakan tiang bendera dan pembuangan bendera merah putih ke selokan.
4. Oknum yang berada dilokasi saat itu adalah TNI/Polri dan Satpol PP. Terdengar teriakan “monyet dan anjing” dari luar pagar asrama kepada mahasiswa Papua. Saat itu TNI/Polri dan Satpol PP tidak membuka ruang dialog yang baik kepada mahasiswa Papua, untuk memberikan penjelasan terkait pengrusakan tiang bendera dan tidak ada investigasi dari TNI/Polri, Satpol PP terkait pengrusakan tiang bendera.
5. Malam hari pada tanggal 16 Agustus 2019, beberapa ormas mendatangi asrama Papua dan bertindak reaksioner sambil menyanyikan yel-yel “ usir-usir usir Papua jancok, usir Papua sekarang juga” secara berulang-ulang.
6. Sekitar pukul 23.40 WIB TNI/Polri, Satpol PP dan organisasi massa tetap bertahan di depan asrama Papua, sehingga segala aktivitas mahasiswa Papua tidak bisa dilakukan, baik hanya untuk membeli makanan.
7. Pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB, 2 orang mahasiswa Papua mengantar makanan kedalam asrama tetapi dihadang di depan pagar oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolrestabes. Sekitar pukul 14.40 WIB, aparat Polisi yang lengkap dengan senjata tanpa surat.
8. Mahasiswa Papua menyerah kemudian ditangkap, diborgol, disuruh jongkok lalu digiring ke dalam 3 truk yang disediakan. Pada saat penangkapan beberapa mahasiswa Papua mengalami tindakan represif dari oknum kepolisian. Jumlah mahasiswa yang ditangkap sebanyak 42 orang dan 1 kuasa hukum, kemudian mahasiswa Papua dibawa ke Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan.
9. Pada 18 Agustus 2019 dini hari, Polrestabes memulangkan mahasiswa Papua setelah pemeriksaan.
Berdasarkan kronologi tersebut maka Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia se-wilayah V menyatakan sikap bahwa :
1. Mengutuk keras tindakan represif dari pihak keamanan ( TNI dan POLRI) yang menembaki mahasiswa Papua dengan gas air mata.
2. Mengecam tindakan Polri yang menerobos masuk dan menembakkan gas air mata.
3. Menyayangkan tindakan kepolisian yang tidak sesuai dengan prosedur hukum mengenai penggeledehan, penangkapan dan penahanan.
4. Meminta kepada kepolisian ataupun TNI untuk membebas tugaskan bawahan dari TNI/Polri yang terlibat dalam tindakan persekusi.
5. Meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas persekusi yang dilakukan oleh ormas-ormas dan harus menetapkan tersangka.
6. Meminta kepada Polri dan Polda Jawa Timur untuk meminta maaf kepada masyarakat Papua atas tindakan represif dan persekusi yang dilakukan oleh anggotanya.

Mengetahui GMKI Se-Wilayah V
Ridwan Tapafeto (Koordinator Wilayah V)
Angganita Thyssen (Ketua Cabang GMKI Surabaya)
Jodi Martin Sianipar (Ketua Cabang GMKI Malang)
Alyuprayitno Umbu Makaborang (Ketua Cabang GMKI Denpasar)
Prandi AL Fanggi, SH (Ketua Cabang GMKI Mataram)

dilihat : 68 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution