Kamis, 19 September 2019 07:14:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 726
Total hits : 4961830
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Wawasan Kebangsaan UK Petra Undang Buya Maarif Bersama Ahok dan Yudi Latief






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 19 Agustus 2019 20:05:32
Wawasan Kebangsaan UK Petra Undang Buya Maarif Bersama Ahok dan Yudi Latief

Surabaya,pustakalewi.com - Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah yang didukung oleh La Tulipe Cosmetiques menggelar seminar Wawasan Kebangsaan bertajuk “Dari Aku untuk Indonesiaku” di Auditorium Gedung Q, Senin (19/08/2019).

“Kami ingin meningkatkan rasa kecintaan terhadap Indonesia dengan segala keadaan yang ada saat ini. Seminar ini akan menginspirasi sivitas akademika UK Petra bahwa sebagai WNI harus mencintai negara ini apapun keadaannya,” kata Koordinator Acara Seminar Sally Azaria.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif selaku Ketua Umum Persyarikatan Muhammadiyah (1998-2005), Yudi Latief, Ph.D., (Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (2017-2018) dan Ir. Basuki T. Purnama, M.M., (Gubernur DKI 2014-2017).

“Semoga dengan mengundang tiga tokoh besar negeri ini, kita semua belajar sesuatu misalnya rasa cinta terhadap Indonesia dan rasa memberi sesuatu untuk Indonesia semakin bertumbuh,” ujar Sally.

Masing-masing pembicara mendapatkan waktu kurang lebih 20 menit untuk menyampaikan pemaparannya yang dikemas dalam bentuk talkshow.

Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif sharing pengalaman pribadi mencintai Indonesia sesuai dengan konstitusi atau founding fathers. “Humanity is one. Mari kita bersatu. Ideologi Pancasila harus kita bela bersama. Jangan memandang agama. Kalo mau berbuat sesuatu yang positif bagi negeri ini, buatlah gelombang besar jangan hanya riak-riak kecil. Itu yang membuat RI ini bertahan,” ungkap Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif.

Sedangkan Yudi Latief, Ph.D., mengangkat topik mengenai Pancasila untuk Generasi Milenial. Dan pembicara ketiga yaitu Ir. Basuki T. Purnama, M.M., sharing pengalaman sebagai WNI keturunan Tionghoa dalam mencintai Indonesia.pr/red

dilihat : 75 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution