Kamis, 19 September 2019 08:08:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 833
Total hits : 4961937
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa Asing Belajar Bikin Batik Jumputan di UK Petra






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 03 Agustus 2019 23:30:07
Mahasiswa Asing Belajar Bikin Batik Jumputan di UK Petra

Surabaya,pustakalewi.com – Universitas Kristen (UK) Petra kembali mengikuti konsorsium bersama Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Udayana (UNUD) Bali, yakni Summer Program SuraBali. Kegiatan ini pun diikuti setidaknya 20 mahasiswa Indonesia dan 13 mahasiswa asing yang selama 12 hari, mereka diajak belajar di UNAIR, UK PETRA dan UNUD secara bergantian.

Seperti pada hari Sabtu,(03/08) ini, mahasiswa Summer Program SuraBali mendapatkan jadwal kegiatan di UK PETRA yang bertema Sosiopreneurship di Indonesia. Mereka diajak untuk membuat batik jumputan dari ibu – ibu PKK RT 7 RW 5 Siwalankerto yang merupakan binaan Fakultas Seni dan Desain UK Petra, Sabtu (3/8/2019).

Meskipun terlihat kesulitan membuat jumputan dengan mengisi kelereng pada kaos dan mengikatnya, para mahasiswa yang mengikuti SuraBali Summer Program mampu menyelesaikan motif pada kaos yang akan mereka bawa sebagai oleh-oleh.

Daiki Numata, mahasiswa asal Jepang mengungkapkan sejak ke Indonesia ia telah melihat banyak motif batik pada pakaian. Iapun ingin mencoba membuat salah satunya.

“Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, ini motifnya padahal sederhana. Tapi seru juga memberi warna beragam tapi hasilnya selaras,”ungkap mahasiswa yang menempuh Pendidikan Bahasa di International Christian University ini.

Selain itu, dalam program SuraBali yang baru pertama kali ia ikuti ini, Daiki mengaku mendapat banyak materi yang menurutnya masih baru. Seperti sosiopreneurship yang diterapkan pada ibu-ibu yang mengajarinya.

“Sosiopreneurship baru saya ketahui dari Indonesia. Saya baru tahu kalau ternyata menjadi enterpreunership juga bisa menjalankan aspek sosial dengan memberdayakan masyarakat sekitar,”urainya.

Mariana Wibowo, koordinator SuraBali Program 2019 mengungkapkan SuraBali Program 2019 merupakan suatu bentuk kerjasama konsorsium tiga universitas di Indonesia yang digelar mulai 28 Juli hingga 8 Agustus 2019 di Surabaya dan Bali.

Dalam rangkaian kegiatan di UK Petra, mahasiswa dilatih dengan keilmuan yang dimiliki masyarakat untuk bisa membuat batik jumputan.

Kemampuan masyarakat ini juga bentuk program sociopreneurship dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra.

“Kami mengajarkan tidak hanya menjadi seorang sociopreneurship tapi juga bagaimana membuat bisnis model kanvas seperti bisnis planning,”lanjutnya.

Mariana mengungkapkan gelaran SuraBali Summer Program ini menjadi salah satu langkah untuk memujudkan visi World Class University bersama. Tercatat 20 orang mahasiswa Indonesia dan 13 mahasiswa asing yang mengikuti program ini.

“Dengan meningkatkan kegiatan inbound mobility ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya indikasi diraihnya pengakuan internasional,” pungkasnya.pr/red

dilihat : 53 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution