Senin, 18 November 2019 05:36:47 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 482
Total hits : 5088661
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jefri Nichol, Ternyata Dapati Ganja Dari Seorang Dokter






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 02 Agustus 2019 16:05:44
Jefri Nichol, Ternyata Dapati Ganja Dari Seorang Dokter

Jakarta - Jajaran Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan membekuk dua pelaku penyuplai daun ganja yang digunakan artis Jefri Nichol beberapa waktu yang lalu. mereka adalah desainer dan seorang dokter yang tengah mengambil spesilisasi saraf.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Indra Jafar, didampingi Kasatnarkoba Kompol Vivick Tjangkung dan Kanitnarkoba AKP Andung, mengatakan, daun ganja yang dimiliki Jefri Nichol dan Roby Ertanto berasal dari tersangka HR.

Tersangka HR adalah seorang dokter yang berteman dekat dengan Roby Ertanto sejak masih dibangku SMP.

“Jadi awalnya RE dan HR ini adalah teman dekat. RE kerap curhat tidak bisa tidur. Lalu HR memberikan narkoba tersebut kepada RE agar dia bisa tidur. Tersangka satu merupakan dokter di Bandung yang mau ambil spesialis, spesialis saraf. Yang satu merupakan seorang desainer,” kata Indra.

HR mengaku kata Indra, mendapat barang haram tersebut dari AK. “Jadi alurnya dari AK, ke HR, ke RE (Roby Ertanto) dan JN (Jefri Nichol). Mereka ini bukan pengedar, hanya pemakai saja,” ungkap Indra.

Tersangka HR diamankan di kediamannya di Bandung pada 29 Juli 2019. Sedangkan, AK ditangkap di Kawasan Tanggerang pada 31 Juli 2029.

Dari tangan tersangka HR polisi mengamankan empat bungkus plastik bening dan satu kertas berisi narkotika jenis ganja dengan berat 106,3 gram ganja dalam bentuk batangan. “Inisial AK kita tangkap di Kawasan Tanggerang dan kita temukan ditempat yang bersangkutan sejumlah 98 gram ganja,” tuturnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000 dan paling banyak Rp8.000.000.000.

Sebelumnya, Robby Ertanto ditangkap polisi pada Selasa 23 Juli 2019 pagi di rumahnya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Polisi menyita 15 gram ganja siap pakai.

Penangkapan Robby Ertanto dilakukan setelah polisi meringkus Jefri Nichol pada Senin 22 Juli 2019) malam. Atas hal tersebut, Jefri dan Robby Ertanto disangkakan dengan pasal yang sama yakni Pasal 111 ayat 1 sub Pasal 127 Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.bj/red

dilihat : 23 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution