Selasa, 20 Agustus 2019 19:41:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520079
Hits hari ini : 1494
Total hits : 4881549
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Teaching Industri Cangkang Unair






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 02 Agustus 2019 08:05:33
Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Teaching Industri Cangkang Unair

Surabaya,pustakalewi.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Gedung Teaching Industri Cangkang Kapsul Rumput Laut,Universitas Airlangga (Unair), Kamis (1/8). Teaching Industri ini diyakini akan memberikan banyak manfaat baik bagi Unair maupun masyarakat Jatim.

Berawal dari sumber daya rumput laut yang melimpah, Unair mampu mengolah rumput laut menjadi cangkang kapsul yang halal dan pembuatan cangkang kapsul rumput laut ini mampu menurunkan harga cangkang kapsul dari gelatin hingga 1/3 persen.

“Selama ini cangkang terbuat dari gelatin yang berasal dari hewani. Jadi kehalalannya masih dipertanyakan. Sedangkan cangkang kapsul berbasis rumput laut yang diproduksi Unair ini sudah terbukti kehalalannya,” kata Khofifah.

Selain faktor kehalalan, Khofifah menyebut cangkang kapsul berbasis rumput laut berkategori industri yang bersih. Sebab dari cangkang yang terbuang nantinya akan didaur ulang kembali dan ramah lingkungan.

“Jadi dari teaching industry ini hulu dan hilir akan menjadi refrensi baik dari perguruan tinggi dan juga penguatan pada kesejahteraan petani rumput laut,” katanya.

Dalam kesempatan itu dia mengajak industri menggunakan cangkang kapsul berbasis rumput laut. Khofifah mengungkapkan ada pengusaha besar farmasi yang berminat pada produk itu.

Sementara itu Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menjelaskan teaching industry yang diresmikan menelan biaya sebesar Rp4 miliar dari dana APBN dan memiliki luas area pabrik 559 meter persegi.

Keunggulan cangkang kapsul berbasis rumput laut selain terbuat dari tumbuhan yang terjamin kehalalannya, juga harganya yang sangat bersaing sehingga dapat mengurangi impor.

Nasih menuturkan, bahan baku rumput laut didatangkan dari Probolinggo. Unair juga sedang mengembangkan marine station di Banyuwangi untuk kemudian bisa menghasilkan rumput laut. Sehingga dari hulu dan hilir bisa diproduksi sendiri.

Dengan adanya teaching industry cangkang kapsul berbasis rumput laut itu, Nasih menegaskan bahwa produk yang dihasilkan perguruan tinggi di Indonesia bisa bersaing dengan produk asing asal diberi pemerintah lebih memberi kepercayaan.“Intinya kalau kita dipercaya, diberikan sedikit modal, kita bisa membuat ini dan tak perlu impor,” ucapnya.

Terkait pengembangan teaching industry tersebut, Unair telah menjalin kerja sama dengan berbabagi industri farmasi di Indonesia.info/red

dilihat : 15 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution