Selasa, 12 November 2019 05:13:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520205
Hits hari ini : 525
Total hits : 5071895
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kasus Meikarta, Ketua DPC PDIP Soleman Potensi Jadi Tersangka






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 27 Juli 2019 08:05:57
Kasus Meikarta, Ketua DPC PDIP Soleman Potensi Jadi Tersangka

Bekasi - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Soleman berpotensi menjadi tersangka dalam kasus suap perizinan Meikarta menyusul keluarnya penetapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa.

PNS Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Volmentrad Sianturi mengaku, jika dirinya sudah memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi seputar Rencana Peraturan Daerah (Raperda) terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi tahun 2017 yang diduga dilakukan, Iwa Karniwa.

“Saya ditanya ceritanya bagaimana oleh penyidik KPK ya terus saya bilang kita yang nganter (uang) ketemu Pak Leman (Soleman),” ungkap Volmen, Jumat (26/7/2019).

Namun, Volmen mengaku, tidak ingat kapan bertemu dengan Soleman, tapi dia membenarkan, telah memberikan sejumlah uang kepada Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi itu.

“Saya ketemu Pak Leman di Hermina Grandwisata, Tambun. Soal kapannya saya bilang sama penyidik KPK waktu diperiksa, saya tidak tahu, memang saya tidak ingat lagi,” kata Volmen.

Waktu itu sambung Volmen, beliau (Soleman) langsung yang menerima dan beliau juga yang lebih dulu sampai ke lokasi. “Tahunya saya bahwa itu ternyata uang Rp500 juta ya dari persidangan,” jelasnya.

Setelah memberikan sejumlah uang kepada Soleman, Volmen segera meninggalkan lokasi pertemuan tanpa ada percakapan lanjutan antara keduanya.

“Saya cuman minta ongkos pulang saya aja sambil bercanda cuman ngak dikasih. Saya juga tidak tahu dalam rangka apa ngasih uang itu,” jelasnya lagi.

Volmen mengaku dimintai keterangan KPK dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB namun selama rentang itu juga banyak waktu menunggunya.

“Saya datang dalam rangka memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi tersangka Iwa Karniwa. Selesai di BAP saya langsung pulang,” imbuhnya.

Pemanggilan Volmentrad Sianturi diketahui berdasarkan surat panggilan pemeriksaan KPK yang teregister bernomor SPGL/4562/DIK.01.00/23/07/2019 yang ditandatangani penyidik Deputi Bidang Penindakan R.Z Panca Putra S. (Red/bj)

dilihat : 26 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution