Senin, 14 Oktober 2019 02:58:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 173
Total hits : 5020757
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa Bekasi Desak KPK Tuntaskan Kasus Suap Meikarta






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 25 Juli 2019 11:08:46
Mahasiswa Bekasi Desak KPK Tuntaskan Kasus Suap Meikarta

Jakarta - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara) Bekasi, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, jadi tersangka penerima suap perijinan Mega Proyek Meikarta sesuai dengan fakta persidangan yang menjadikan mantan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin (NHY) bersama 4 orang mantan anak buahnya dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, terpidana.

“Kami, mendesak KPK untuk mengusut tuntas oknum Anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang sempat plesiran ke Thailand dengan menggunakan uang suap Meikarta,” tegas mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ubhara, Tjandra Tjipto Ningrum, Rabu (24/7/2019).

Tjandra mencontohkan, salah satunya, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno yang sempat tidak mau mengembalikan uang suap Meikarta sebesar Rp30 juta tersebut ke Negara.

“Kami dari mahasiswa akan terus memantau dan mengawal perjalanan proses kasus suap Meikarta. Sehingga, langkah KPK tidak cukup hanya sebatas pihak eksekutif saja, tapi proses juga legislatifnya. Karena, sebelumnya, KPK sudah menghadirkan semua ke persidangan,” ungkapnya.

Dikatakan Tjandra, keterlibatan dugaan suap Meikarta yang dilakukan oknum Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, karena adanya pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) hingga studi banding ke luar Negeri. Terlebih lagi, Wakil Rakyat tersebut sudah dikonfrontir saat di Pengadilan Tipikor Bandung.

“Oknum dewan yang satu itu (Nyumarno-red) sempat agak membandel dalam fakta persidangan. Jadi, ada indikasi tidak mau mengembalikan uang suap. Namun akhirnya, sebelum persidangan dimulai dia buru-buru menyetorkan uang suap itu ke Negara,” sindir Tjandra.

“Jadi sekali lagi, kami dari mahasiswa mendesak KPK untuk segera menetetapkan tersangka baru dari oknum Anggota DPRD yang sempat plesiran ke Thailand. Segera lah ditahan untuk diproses lebih lanjut. Sejumlah oknum Anggota DPRD juga menerima uang senilai Rp1 miliar,” pungkasnya.

Daftar nama Anggota DPRD dan ASN

Nyumarno, Saefulloh, Kairan Jumhari Jisan, Anden Saalin Relan, Abdul Rosid Sargan, Sarim Mirta, Suryanih, Varisha Ramadhaniz Anindya, Haryanto, Namat Hidayat, Mustakim Munasir, Yuyun Yuningsih, Aley Zaenal Gozali,Bambang Feriyanto, Rosid Hidayatulloh Namin, Joko Dwijatmoko.

Mirza Swandaru Riyatno, Arafat Surya Affandi, Fika Kharisma Sari, Sartika Komala Sari, Endang Setiani, Suganda Abdul Malik, Edi Kurtubi Udi, Lisda Zulyanti, Taih Minarno, Tati Kusnati, Sera Fajarina Yosefa, Maulidia Lailatul Badriah, Aulia Anggraini.bj/mul

dilihat : 29 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution