Kamis, 19 September 2019 06:49:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 681
Total hits : 4961785
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mahasiswa Teknobiologi Ubaya Buat Yoghurt Okra






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 25 Juli 2019 08:14:59
Mahasiswa Teknobiologi Ubaya Buat Yoghurt Okra

Surabaya - Mahasiswa Program Studi Biologi (Bioteknologi) Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Indrawaty Paramitha Halim olah buah Okra menjadi Yoghurt untuk penderita diabetes. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018 menyebutkan prevalensi masyarakat penderita diabetes di Indonesia cenderung masih tinggi yaitu 10,9 persen. Melihat hal tersebut, Indrawaty memilih buah Okra yang kaya manfaat untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh menjadi kreasi minuman Yokra yaitu Yoghurt Okra.

Diabetes merupakan penyakit yang terjadi akibat ketidakmampuan organ pankreas dalam menghasilkan hormon insulin yang berperan mengatur kadar gula darah di dalam tubuh. Pada umumnya masyarakat didiagnosis menderita penyakit diabetes jika memiliki kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Penyakit diabetes tidak hanya diderita oleh orang dewasa, namun dapat muncul pada usia anak-anak maupun remaja.

Mengetahui kondisi ini, Indrawaty berkreasi mengolah Okra menjadi Yoghurt yang disarankan baik untuk dikonsumsi bagi semua kalangan usia khususnya penderita diabetes. Okra merupakan tanaman yang keberadaannya belum dikenal luas oleh masyarakat. Banyak orang yang belum mengetahui manfaat Okra bagi kesehatan tubuh.

Pada bagian buah Okra terdapat serat sebesar 1,7% yang sangat baik untuk menurunkan gula darah bagi penderita diabetes. Buah Okra ini nantinya diolah menjadi minuman Yoghurt yang menyehatkan. Yoghurt dikenal masyarakat luas sebagai minuman probiotik untuk kesehatan lambung dan mencegah kanker pada sistem saluran pencernaan.

“Saya berkreasi membuat Yoghurt Okra untuk memberikan manfaat keduanya, yaitu untuk kesehatan sistem pencernaan sekaligus menurunkan kadar gula dalam darah. Disamping itu, buah Okra memiliki serat serta antioksidan yang tinggi,” tutur gadis berusia 21 tahun ini.

Berbeda dengan Yoghurt pada umumnya, gadis asal Makassar ini memberikan cita rasa yang unik pada proses pembuatan produk dengan menggunakan coconut palm sugar. “Biasanya proses pembuatan yoghurt menggunakan gula pasir tebu. Disini saya menggunakan coconut palm sugar yang memiliki kandungan glikemik jauh lebih rendah yaitu 35 yang termasuk dalam kategori rendah (>55) dari pada gula pasir tebu yaitu 64 yang termasuk dalam kategori lebih tinggi (>70). Sehingga mendukung manfaat yoghurt sebagai produk yang dapat menurunkan kadar gula darah serta disarankan dikonsumsi bagi penderita diabetes,” jelas alumnus SMA Zion Makassar.

Pembuatan produk Yoghurt Okra merupakan skripsi milik Indrawaty yang berjudul ‘Pembuatan Yoghurt Okra (Abelmoschus Esculentus) dengan Penambahan Gula Merah Kelapa’. Proses pengerjaan skripsi ini membutuhkan waktu selama tiga bulan mulai dari pengumpulan riset, proses produksi, hingga hasil uji organoleptik terhadap 25 orang terkait warna dan rasa produk.

Proses pembuatan Yoghurt Okra memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Yoghurt Okra menggunakan dua kultur bakteri yaitu Lactobacillus Acidophilus dan Streptoccocus Thermophilus. Awalnya bakteri ditanam pada media pertumbuhan bakteri, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Selanjutnya kultur cair bakteri dipindahkan ke media starter untuk diinkubasi kembali selama 24 jam.

Disamping itu, hasil air rendaman buah Okra (maserasi) selama 24 jam dipanaskan untuk melarutkan coconut palm sugar. Langkah berikutnya adalah menurunkan suhu hingga 70 derajat celcius untuk melarutkan susu skimnya. Setelah larut, suhu diturunkan lagi hingga 45 derajat celcius untuk memasukkan kultur starter (bakteri) lalu diinkubasi kembali selama 24 jam untuk menghasilkan Yoghurt Okra.

Bakteri akan mati jika suhu terlalu tinggi dan tidak tumbuh secara optimal jika suhu terlalu rendah. Produk Yoghurt Okra dalam satu botol berisi 200 ml ini mampu bertahan selama satu minggu dalam lemari pendingin.

“Saya berharap banyak mahasiswa Fakultas Teknobiologi Ubaya bisa terus berkreasi memberikan solusi atau manfaat bagi kesehatan di masyarakat. Harapannya nanti, produk Yoghurt Okra milik Indrawaty bisa diproduksi skala massal dan dinikmati oleh masyarakat luas,” pungkas Ruth Chrisnasari, S.TP., M.P. selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir sekaligus Kepala Laboran Purifikasi dan Biologi Molekuler Ubaya.info/red

dilihat : 26 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution