Sabtu, 17 Agustus 2019 22:15:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1474
Total hits : 4875890
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sultan Ijinkan Pembangunan Gereja Asal Sudah Punya IMB Khusus Rumah Ibadah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 11 Juli 2019 14:08:21
Sultan Ijinkan Pembangunan Gereja Asal Sudah Punya IMB Khusus Rumah Ibadah

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengkubuwono X mempersilahkan didirikannya rumah ibadah, asalkan sudah memenuhi syarat yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB) khusus untuk rumah peribadatan.

Hal itu disampaikan Sultan, terkait polemik penolakan warga di Dusun Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul terhadap rencana Togar Yunus Sitorus untuk menjadikan rumahnya sebagai gereja. Jika IMB memang sudah dimiliki Togar Yunus Sitorus, maka tidak ada alasan bagi warga lain untuk menolaknya.

Sultan menambahkan, yang bersangkutan, Togar harus tetap mempertahankan rencana awalnya untuk memfungsikan rumahnya sebagai tempat ibadah, jika memang sudah keluar izin dari pemerintah setempat.

“Kalau IMB sudah, mestinya tidak ada alasan warga untuk menolaknya,” ujar Sultan ditemui seusai menghadiri perayaan HUT ke-73 Bhayangkara di Mapolda DIY, Rabu (10/7/2019).

Meski begitu, Sultan menyatakan akan melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya, sebab menurut Sultan, warga tidak bisa dan tidak boleh hanya berpatokan karena adanya kearifan lokal namun melakukan pelanggaran hukum.

“Siapa saja yang melanggar hukum, pasti berhadapan dengan pidana. Apapun alasannya, warga seharusnya tidak dibenarkan menolak,” tegas Sultan.

Senada dengan Gubernur DIY, Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri juga menegaskan bahwa masyarakat harus menjaga kondusivitas dan menghindari hal-hal yang mampu mengganggu Kamtibmas. “Saya rasa ada Forum Kerukunan Umat Beragama dan forum lainnya yang bisa jadi jalur komunikasi di antara masyarakat dan pihak terkait. Tugas kami, polisi adalah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Gubernur juga sudah menyampaikan agar tidak ada yang melanggar hukum,” ucap Ahmad Dofiri.

Menurut Kapolda, forum komunikasi FKUB segera saja bergerak untuk mengomunikasikan dan duduk bersama membahas persoalan tersebut.

Diketahui, sejumlah warga di Bandut Lor, Argorejo, Sedayu, Bantul menolak penggunaan rumah pribadi milik Togar Yunus Sitorus dialihfungsikan menjadi gereja.

Sedangkan Togar Yunus Sitorus bersikukuh dengan alasan bahwa rumah yang dibangun tersebut sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) atas nama Gereja Pantekosta di Indonesia Immanuel Sedayu.

Mediasi antar dua pihak sudah dilakukan pihak Kecamatan Sedayu di kantor Kecamatan, Selasa (9/7/2019) namun masih menemui jalan buntu. Keberatan warga didasarkan kepada kesepakatannya awal bahwa rumah yang ditempati Sitorus adalah untuk tempat tinggal dan bukan untuk rumah ibadah. Warga menuding IMB yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk pendirian rumah ibadah, cacat karena warga tidak dimintai persetujuan.

Dikatakan Camat Sedayu, Fauzan Mu’arifin, baik warga maupun pendeta Sitorus tetap pada pendiriannya masing-masing. Warga berpegang pada kesepakatan 2003 bahwa Sitorus hanya mendirikan bangunan rumah tinggal dan bukan rumah ibadah.

Sementara dalam Sitorus telah memproses IMB rumahnya menjadi rumah ibadah melalui pemutihan berdasar Peraturan Bupati Bantul No.98/2016 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah.

Menurut Fauzan Perbup tersebut memberi ruang untuk semua rumah ibadah yang sudah ada sebelum tahun 2006 supaya diajukan dan prosesnya mudah. Perbup tersebut untuk mengakomodir banyak rumah ibadah yang roboh akibat gempa 2006. Karena ada kesepakatan, maka ecamatan melanjutkan mediasi tersebut ke tingkat Pemkab Bantul.

Sementara itu Sekda Bantul, Helmi Jamharis mengatakan pemkab masih akan mencermati protes warga terkait rumah tinggal yang dijadikan rumah ibadah tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi pemerintah kecamatan, desa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) selaku instansi yang menerbitkan IMB dan Kementerian Agama (Kemag) selaku yang merekomendasikan keluarnya IMB rumah ibadah yang diajukan Sitorus.b1/red

dilihat : 13 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution