Sabtu, 17 Agustus 2019 22:58:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1594
Total hits : 4876010
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BI Terus Menguji QR Indonesia Standard di Luar Negeri






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 09 Juli 2019 11:11:46
BI Terus Menguji QR Indonesia Standard di Luar Negeri

Ilustrasi


Jakarta - Bank Indonesia terus menguji ketangguhan QR Indonesian Standard (QRIS). Tak hanya di dalam negeri, uji coba di luar negeri kini juga tengah dilakukan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyatakan, bank sentral memang telah menggandeng beberapa pengelola platform QR Code di Indonesia untuk uji coba QRIS di Singapura.

“Untuk uji coba di Singapura, lembaga domestik dari Indonesia sudah banyak yang terlibat menggunakan QRIS misalnya LinkAJa, CIMB Go Mobile, OVO, dan Sakuku BCA. Merchant pun sudah banyak di coba, baik di bandara maupun di luar bandara,” katanya.

Sugeng menambahkan ke depannya, tak hanya Singapura, beberapa negara Asia Tenggara juga tengah dijajaki untuk dilakukan uji coba. Namun ia masih enggan bilang negara mana saja yang dibidik.

Implementasi QRIS lintas negara ini dijelaskan Sugeng sesuai dengan visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025, yaitu mengembangkan kerjasama antara penyelenggara domestik dan asing.

Beberapa penyelenggara yang ikut uji coba bahkan telah curi start, mereka juga telah bekerjasama dengan perusahaan switching di Singapura agar platformnya bida digunakan di sana.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola LinkAJa misalnya sudah menggandeng Singtel agar penggunanya bisa menggunakan LinkAja di Singapura.

"Untuk cross border payment, pengguna LinkAja asal Indonesia ketika berpergian di Singapura bisa dipakai di merchant berlogo VIA. Ini masih dalam tahap uji coba, namun sudah bisa digunakan," kata Chief Marketing Officer LinkAJa Edward Killian Suwignyo beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Kiki ini bilang ke depannya, kerjasama serupa juga akan dilakukan di berbagai negara lain. Sebagai informasi, VIA sejatinya mirip QRIS, ia merupakan sistem integrasi antar platform QR Code milik Singtel. Sedangkan Singtel sendiri merupakan perusahaan switching.

Selain LinkAja, PT Bank CIMB Niaga Tbk juga ambil langkah serupa. Perseroan menggandeng Liquid Pay yang juga perusahaan switching asal Singapura macam Singtel.

"Kami sudah kerjasama dengan Liquid Pay, agar nasabah kami bisa bertransaksi di Singapura dengan standar QRIS. Meskipun perusahaan switching, Liquid Pay ini punya merchant, jadi nasabah kami yang ke Singapura bisa transaksi pakai Go Mobile di merchant Liquid Pay," papar Head of Digital Banking, Branchless & Partnership CIMB Bambang Karsono Adi.

Terkait transaksi lintas negara ini, meskipun penyelenggara tanah air telah menggandeng perusahaan switching secara mandiri, namun Sugeng bilang kelak Bank Indonesia yang akan menentukannya aturan mainnya. Soal kerjasama, siapa switching yang akan digandeng pada satu negara, dan lainnya.

Aturan main ini kelak akan terangkum dalam regulasi QRIS yang tengah digodok bank sentral. Sayang Sugeng belum mau membocorkan kapan beleid tersebut rampung.

Sumber: kontan

dilihat : 34 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution