Kamis, 19 September 2019 07:17:37 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 737
Total hits : 4961841
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejak Berdiri RSUD Kota Serang Belum Gandeng BPJS Kesehatan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 04 Juli 2019 20:05:11
Sejak Berdiri RSUD Kota Serang Belum Gandeng BPJS Kesehatan

Serang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang yang setahun lalu soft launching hingga kini belum bisa beroperasi secara maksimal. Bahkan, hingga saat ini RSUD belum bisa bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Direktur RSUD Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan ketersediaan sarana prasarana yang masih kurang untuk bisa bekerja sama dengan BPJS. Tetapi, karena beberapa peralatan import sehingga terlambat. Ia juga mengakui pernah menyatakan RSUD akan beroperasi maksimal dan digelar grand launching pada bulan Agustus. Namun, rencana itu kemungkinan tertunda.

“Belum (kerja sama), ini lagi persiapan nanti kalau sudah sarananya lengkap,” kata Hasanudin, Kamis (4/7/2019)

Menurutnya, Pemkot Serang sudah memberikan bantuan kesehatan berupa Penerima Bantuan Iuran (PBI) kepada 4.000 warga dengan nilai sekitar Rp 10 miliar. Namun, karena RSUD belum ada kerjasama dengan BPJS, sehingga 16 puskesmas di Kota Serang belum bisa merujuk ke RSUD Kota Serang.

“Selain sarana, akreditasi itu harus ada, contoh kecilnya logo rumah sakit harus jalan untuk organisasi itu harus diperwalkan,” ucapnya.

Selain itu, lambatnya RSUD untuk bisa beroperasi karena Perda Retribusi RSUD Kota Serang belum rampung. Padahal, perda merupakan payung hukum bagi RSUD dalam menetapkan tarif. “Takutnya ada orang yang tidak punya BPJS kan tarif itu berdasarkan perda, kalau BPJS kan dari BPJS tarifnya, tapi kalau pasien umum masa ditolak,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, layanan kesehatan merupakan prioritas Pemkot Serang. Bahkan, kata dia, grand launching direncanakan pada Agustus mendatang.

“Sesuai kesepakatan sih awalnya dari dinas terkait Agustus, terlepas nanti ada hal lain dan diundur kita lihat saja nanti, tapi saya pribadi masih mempunyai komitmen bahwa Agustus harus grand launching,” ujarnya.

Terkait masalah akreditasi yang juga menjadi kendala untuk bisa bekerja sama dengan BPJS, ia mengatakan akan terus menekan OPD terkait agar segera menyelesaikan kendala tersebut. Hal itu untuk mempercepat layanan kesehatan kepada masyarakat. “Yang jelas kepala daerah termasuk saya wakil kepala daerah akan terus menekan dinas terkait untuk jemput bola, apa yang jadi masalah, yang jadi kendala,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi saat melakukan sidak ke RSUD Kota Serang beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pihaknya akan mengakomodir aspirasi para petugas RSUD Kota Serang.

“Kami akan coba audiensi dengan BPJS Kesehatan terkait kerja sama dengan RSUD Kota Serang. Kami nanti akan panggil BPJS juga gimana aturannya agar RSUD ini bisa melayani pasien BPJS,” ujarnya.btn/red

dilihat : 21 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution