Kamis, 19 September 2019 07:25:51 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 753
Total hits : 4961857
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -CEO Build For Humanity Bagi Masyarakat Jawa Timur






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 30 Juni 2019 11:11:49
CEO Build For Humanity Bagi Masyarakat Jawa Timur

(Ki ke ka) Jimmy Masrin - Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk dan Anggota Board of Trustee - Habitat for Humanity Indonesia; Edwin Soeryadjaya - Presiden Komisaris PT. Saratoga Investama Tbk dan Champion of Habitat Indonesia dalam CEO Build 2019



Surabaya,pustakalewi.com – Kondisi tempat tinggal berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. Sayangnya, belum semua masyarakat mampu mengakses tempat tinggal yang layak karena kondisi perekonomian yang lemah menyebabkan masyarakat hidup dengan fasilitas seadanya.

Seperti yang dialami masyarakat di Gresik, kesehatan masih menjadi masalah utama ditambah sebesar 12,80% penduduk merupakan penduduk miskin. Belum terlayaninya akses air bersih bagi 240.905 jiwa penduduk berimbas pada isu kesehatan seperti 30.538 kasus diare terjadi hingga tahun 2018 .

Menanggapi permasalahan yang terjadi, Habitat for Humanity Indonesia kembali selenggarakan program CEO Build 2019 untuk bangun permukiman layak huni demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan berdaya.

“Kawasan tempat tinggal yang bersih dan terjaga mampu membuat masyarakat terhindar dari berbagai macam virus dan bakteri sehingga dapat mengurangi resiko terjangkit berbagai penyakit atau wabah berbahaya. Menyadari permasalahan yang terjadi di Kabupaten Gresik, Habitat for Humanity Indonesia terus berkomitmen untuk melayani komunitas dengan mewujudkan permukiman layak huni dan akses sanitasi bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat hidup sehat dan berdaya,” jelas Susanto Samsudin, National Director Habitat for Humanity Indonesia.

Tahun ini, Habitat for Humanity Indonesia berhasil melibatkan kurang lebih 100 orang CEO dari berbagai perusahaan di Indonesia. CEO Build merupakan program tahunan yang disiapkan bagi para pemimpin perusahaan untuk bersama-sama menjadi agen perubahan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia melalui kesempatan menjadi relawan membangun rumah di wilayah layanan Habitat for Humanity Indonesia.

Selama 6 kali acara ini dilakukan, ada lebih dari 300 pimpinan perusahaan baik lokal maupun multinasional ikut serta dan bertemu langsung dengan masyarakat yang dibantu. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan persepektif yang lebih dekat terhadap masalah kemiskinan dan kebutuhan hunian yang layak bagi jutaan keluarga di Indonesia.

CEO Build juga membuka kesempatan bagi para pimpinan dapat berjejaring satu dengan yang lain serta dapat menginspirasi karyawan serta CEO dari perusahaan lainnya untuk ikut terlibat dan berkontribusi untuk mewujudukan Indonesia sebagai tempat tinggal yang layak bagi semua.

Sejalan dengan tujuan Habitat for Humanity Indonesia, Edwin Soeryadjaya, Co-Founder PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk, salah satu Habitat Champion dari kegiatan CEO Build juga menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui Habitat Indonesia dalam mewujudkan akses sanitasi dan rumah layak huni di Indonesia,

“Kami menyadari kebutuhan dari permasalahan yang dialami warga di Gresik. Melihat kondisi ini, kami tergerak untuk terus terlibat bersama Habitat Indonesia membantu keluarga yang membutuhkan. Kami berharap bahwa CEO Build ini dapat terus terselenggara dan semakin banyak CEO yang terlibat demi mendukung terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik dan mewujudkan keluarga yang berdaya, sejahtera dan mandiri.”

Hingga saat ini, program Habitat Indonesia di Gresik telah menjangkau lebih dari keluarga. Selama lebih dari 5 tahun di Gresik, Habitat telah membangun sejumlah fasilitas seperti MCK, sumber air bersih, akses sanitasi serta pembangunan rumah dan pelatihan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dibangunkan rumah yang layak. Sekarang kami bisa tidur tenang saat hujan datang malam hari dan tidak takut rumah roboh. Pelatihan dari Habitat juga membuat saya banyak belajar. Saya sekarang menabung untuk anak saya sekolah, memulai usaha kecil-kecilan. Karena memang bagi saya, rumah itu membawa dampak yang positif saat rumah itu layak,” tutur Elisabeth, pemilik rumah di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

Habitat meyakini bahwa kehidupan diawali dari rumah dan saat ini kebutuhan hunian layak di Indonesia sangat tinggi. “Sebagai afiliasi dari Habitat for Humanity International, maka Habitat for Humanity Indonesia pun juga melakukan implementasi dari visi dan misi Habitat for Humanity International, yakni mewujudkan dunia di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak untuk hidup. Tempat tinggal ini termasuk lingkungan sekitar yang bersih, nyaman, serta berkelanjutan,” tutup Susanto Samsudin.pr/red

dilihat : 81 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution