Senin, 09 Desember 2019 03:59:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520270
Hits hari ini : 229
Total hits : 5142919
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Satgas Investasi Ingatkan Bahaya Investasi Bodong






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 28 Juni 2019 08:05:31
Satgas Investasi Ingatkan Bahaya Investasi Bodong

Surabaya,pustakalewi.com - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat hingga Juni 2019, nilai kerugian akibat investasi illegal atau bodong di Indonesia sudah mencapai Rp 88,8 triliun atas aset yang disita.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, mengatakan, masyarakat yang menjadi korban investasi bodong jarang ada yang melapor, karena korbannya dari berbagai kalangan. Ada yang pegawai negeri sipil (PNS), pengusaha kaya, dan aparat pemerintah lainnya.

"Mereka yang jadi korban adalah orang yang serakah dengan mengharapkan keuntungan yang tidak wajar,” kata Tongam yang juga Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK pada acara Sosialisasi Satgas Waspada Investasi di Hotel Sheraton, Surabaya, Kamis (27/6/2019).

Menurut Tongam, para korban diiming-imingi bunga yang cukup besar. Misalnya bunga 10 persen per bulan, atau satu persen per hari.

"Kalau dihitung jelas tidak wajar, namun banyak yang tertarik dengan bunga sebesar itu. Padahal, mana ada keuntungan bisnis yang sebesar itu. Sebesar 10 persen per bulan, atau 120 persen per tahun. Kalau ada yang menawarkan keuntungan sebesar itu, harus ditanyakan dulu izinnya," jelas Tongam.

Tongam mencontohkan koperasi Pandawa Grup, dimana korbannya mencapai lebih dari 549.000 orang. Mereka terbuai karena dijanjikan bunga 10 persen per bulan hingga harus menanggung rugi. Kerugiannya mencapai Rp 3,8 triliun.

"Agar tidak terjadi lagi korban kasus investasi bodong seperti itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati menerima tawaran investasi. Jika logis dan legal, tidak akan menawarkan bunga yang melebihi bunga deposito," tegas Tongam.

Tongam menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat investasi bodong itu bisa menciptakan kondisi instabilitas. "Selain akan muncul imij negatif terhadap produk keuangan, investasi bodong ini juga dapat mengganggu proses pembangunan," tandas Tongam.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono,menambahkan kegiatan sosialisasi Satgas Waspada Investasi ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang praktik investasi ilegal yang masih marak di masyarakat.

"Masih maraknya kegiatan penawaran investasi ilegal yang terjadi di masyarakat berdasarkan laporan masyarakat kepada Satgas Waspada Investasi," imbuh Heru Cahyono.mwp

dilihat : 30 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution