Minggu, 18 Agustus 2019 04:31:32 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 434
Total hits : 4876544
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPS Mencatat Mei, Neraca Perdagangan Nasional Surplus 210 Juta Dollar AS






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 25 Juni 2019 08:11:03
BPS Mencatat Mei, Neraca Perdagangan Nasional Surplus 210 Juta Dollar AS

Ilustrasi Perdagangan Antar Pulau


Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) pusat mencatat neraca perdagangan nasional pada Mei 2019 mengalami surplus sebesar 210 juta dollar AS, membaik dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mengalami defisit 2,5 miliar dollar AS. Kendati demikian, neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar 2,14 miliar dollar AS.

Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan surplus neraca perdagangan membaik seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat dan menurunnya impor. Ekspor tercatat mencapai 14,74 miliar dollar AS, naik 12,42 % dibanding bulan sebelumnya, sedangkan impor tercatat turun 5,62 % menjadi 14,53 miliar dollar AS.

"Kita tahu konsensus semua orang defisit, tapi data dari bea cukai dan lainnya yang kami terima justru positif. Defisit terjadi untuk hasil minyak, tapi gas masih surplus," kata Suhariyanto di dalam Video teleconference di Kantor BPS Jawa Timur di Surabaya, Senin (24/6).

Dikatakannya, penurunan impor terjadi pada impor migas sebesar 4 persen dan nonmigas sebesar 4,8 %. Sementara berdasarkan sektor utamanya, penurunan impor terutama terjadi pada kelompok bahan baku penolong yang mencapai 7,82 % dibanding bulan sebelumnya menjadi 10,66 miliar dollar AS. Sementara impor konsumsi masih meningkat 5,62 % menjadi 1,54 miliar dollar AS.

Menurut dia, ekspor yang meningkat pada Mei, terjadi baik pada ekspor migas maupun nonmigas. Kenaikan tertinggi terjadi pada ekspor migas yang mencapai 50,19 % dibanding bulan sebelumnnya menjadi 1,11 miliar dollar AS. Ekspor industri pertanian dan industri pengolahan, menurut dia, juga ikut meningkat. Sedangkan ekspor pertambangan mengalami penurunan.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian saat ini masih diliputi ketidakpastian akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Akibatnya, harga sejumlah komoditas mengalami penurunan. “Harga komoditas ada yang turun pada Mei dibanding April. Misalnya, ICP pada April 68,31 dollar AS per barel turun menjadi 68,07 per barel pada Mei," ujarnya.

Selain harga minyak bumi, harga beberapa komoditas lainnya, seperti miyak kernel, minyak kelapa sawit, batu bara, dan tembaga juga ikut menurun. Padahal, komoditas-komoditas tersebut merupakan ekspor utama Indonesia. "Sedangkan yang harganya naik itu karet," Pungkasnya.info/red

dilihat : 37 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution