Sabtu, 17 Agustus 2019 22:34:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1529
Total hits : 4875945
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Cicit W.R Supratman Berhasil Raih Penghargaan di Kompetisi Cipta Lagu Internasional






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 24 Juni 2019 08:11:20
Cicit W.R Supratman Berhasil Raih Penghargaan di Kompetisi Cipta Lagu Internasional

London - Bakat menciptakan lagu W.R. Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, menurun ke cicit buyutnya, Andrea Turk (18). Remaja berbakat itu sedang mengikuti Kompetisi Cipta Lagu Internasional (International Song Writing Competition) di London, Inggris yang digelar oleh Song Academy, Inggris.

Andrea satu satunya peserta yang berhasil masuk nominasi top 30 dengan empat lagu ciptaannya sendiri dan lagunya Who We Are berhasil masuk tiga besar nominasi calon pemenang.

Andrea adalah peserta satu-satunya peserta dari luar Inggris yang tampil live di London 22 Juni 2019 lalu. Andrea menyanyikan sendiri lagunya yang berjudul Who We Are dalam final Young Songwriter Showcase di London.

Lagu Andrea, Who We Are terpilih sebagai pemenang dalam kategori internasional mengalahkan Kanada dan Slovenia.

Andrea sangat bersyukur dengan kemenangan kompetisi bergengsi ini karena dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah international.

Menurut Andrea, lagu Who We Are adalah anthem atau lagu mengenai para remaja yang tengah mencari jati diri.

"Lagu ini bercerita tentang dua remaja yang ingin lepas dari rutinitas hidup yang membosankan dengan cara menerima jati diri mereka saat beranjak dewasa. Saat kita masih remaja, kita selalu mempertanyakan jati diri kita. Who We Are ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa jika kita belum tahu mau jadi apa, percayalah bahwa semua akan berjalan dengan semestinya," kata Andrea kepada Song Academy UK.

Menurut Andrea, dirinya mulai menggubah lagu sejak usia 10 tahun dan hingga saat ini sudah merekam 20 lagu. Dirinya juga baru saja merilis album debut dalam bentuk digital berjudul "Andrea Turk".

"Ketika aku masih kecil, aku tidak punya pelampiasan untuk perasaan-perasaanku, hingga akhirnya aku belajar menciptakan lagu. Aku mengalami kesulitan berekspresi dan ternyata menciptakan lagu membantuku menjelaskan hal-hal yang selama ini sulit kuungkapkan. Lagu adalah salah satu caraku menghadapi realita," kata Andrea.

Pada umur 15 tahun, Penggemar berat Bjork ini mulai serius menciptakan lagu. Dia masuk ke Berklee Summer Program selama lima minggu pada tahun 2016.

Bagi Andrea, lagu membantunya mengangkat isu-isu yang menurutnya penting. Isu sosial seperti penindasan jati diri, alienasi, dan perasaan kurang menghargai diri sendiri adalah contoh beberapa isu yang ingin diangkat oleh Andrea lewat melodi yang catchy dan pop.

Andrea mendapatkan beasiswa dari The New School Jazz and Contemporary Music dan akan mulai program vokal September tahun ini. Andrea saat ini tengah menyelesaikan pendidikan di Steinhardt Songwriting Master Program.

"Cita-citaku menjadi penyanyi yang menciptakan lagu sendiri atau memproduksi musik untuk nama-nama besar di industri musik, di studioku sendiri di New York," kata dia.b1/red

dilihat : 18 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution