Senin, 18 November 2019 05:23:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 451
Total hits : 5088630
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kongres Advokat Indonesia Terbitkan E-Lawyer, Kartu Digital Advokat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 31 Mei 2019 23:08:33
Kongres Advokat Indonesia Terbitkan E-Lawyer, Kartu Digital Advokat

Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa-Timur Kongres Advokat Indonesia (KAI) merayakan HUT Ke-XI Kongres Advokat Indonesia dengan mengusung tema Menjalin Persatuan Advokat Bermoral Mewujudkan Advokat Berintegritas dan Berdedikasi Menuju Advokat Officium Nobile di Hotel Whyndham, Surabaya, Kamis (30/5/2019).

Presiden KAI, H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mengatakan, semakin bertambahnya umur KAI ini membuat organisasi melakukan berbagai terobosan untuk berbenah lebih baik, salah satunya sebagai organisasi advokat yang pertama yang masuk dunia digital lewat terobosan pembuatan kartu e-Lawyer. “Ini lah yang menjadi target kami sebenarnya," ujar Tjoetjoe.

Menurutnya, sebenarnya banyak anggota KAI yang belum siap dan masih gagap akan teknologi. Namun demikian, organisasi harus memaksa dan masuk ke era digitalisasi ini.

"Kalau tidak, kita ketinggalan nantinya. (lihatlah) tukang ojek sekarang ditinggal dan pekerjaannya diambil oleh gojek. Tukang antar surat diambil gojek," katanya.

Langkah konkretnya, lanjut Tjoetjoe, KAI dalam mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kini sudah digital. Kalau di scan akan muncul data keanggotaan KAI. Fungsinya bisa digunakan sebagai e-money dan data-base.

Diakui Tjoetjoe, hingga saat ini, anggota KAI hampir mencapai 30 ribu dan hanya 10 persennya saja yang terregister. Ini akan menjadi tugas pengurus untuk melakukan sosialisasi agar seluruh anggota segera menggunakan e-lawyer.

"Ini yang pertama dan satu-satunya. Kalau Mahkamah Agung (MA) mempunyai produk yang namanya e-court (pengadilan elektronik), kalau daftar gugatan tidak perlu datang ke pengadilan. Daftarkan kuasa cukup lewat e-mail. Nah, kita punya e-lawyer," cetus H Tjoetjoe Sandjaja.

Kelebihan dari e-Lawyer ini , lanjut dia, untuk perpanjangan KTA tidak perlu datang ke kantor, bila ingin ketemu dan komunikasi tidak perlu tatap muka, cukup lewat elektronik. "Bahkan kalau dapat perkara bisa lewat elektronik. E-lawyer ini diterbitkan awal tahun, namun diberlakukan pada 29 April 2019. Kami menargetkan dua tahun bisa terealisasi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD KAI Jawa-Timur, Adv. Rizal Haliman SH MH CIL mengatakan, pihaknya mempunyai garis besar haluan organisasi (GBH-O) yang mencantumkan beberapa program kerja selama 5 tahun ke depan.

"Tak hanya sistem peningkatan kinerja di era digital saja. Namun demikian, juga melakukan pendekatan dan merubah secara moralitas untuk profesi advokat harus punya integritas dan dedikasi yang tinggi untuk bisa menuju officium nobile.

Dijelaskan Rizal, tujuan dari pendidikan moralitas yang ditanamkan pada advokat itu untuk meningkatkan kinerja dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
"Kita jelas-jelas sudah melakukan take-off. Untuk profesi advokat, organisasi advokat lain bisa mengikuti jejak kita," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal menambahkan, perihal kebangkitan KAI ditandai dengan banyaknya program pendidikan dan pengembangan SDM dalam bidang Profesi Advokat yang dipadukan dengan sistem digitalisasi guna mempermudah penerapan bantuan hukum sebagai sebagai sikap sosial, dengan cara memberikan bantuan hukum pada masyarakat pencari keadilan.k9/red

dilihat : 49 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution