Minggu, 18 Agustus 2019 17:56:47 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 1293
Total hits : 4877402
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ekspor Mobil Toyota Diawal Tahun 2019 Alami Penurunan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 25 Mei 2019 08:11:51
Ekspor Mobil Toyota Diawal Tahun 2019 Alami Penurunan

Jakarta - Pengiriman mobil Toyota keluar negeri / ekspor di bulan-bulan pertama 2019 mulai mengalami tekanan. Volume ekspor kendaraan utuh (Complete Build Up/CBU) bermerek Toyota pada Januari hingga April 2019 tercatat sebanyak 61.600 unit, atau turun 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu dengan jumlah 65.700 unit.

Pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebut beberapa penyebab turunnya kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota, antara lain dikarenakan kondisi perekonomian di negara destinasi tujuan ekspor, terutama di kawasan Timur Tengah dan Filipina.

Dari total volume ekspor CBU bermerek Toyota tersebut, kontributor terbesar masih dipegang oleh model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dengan volume 14.400 unit atau 23 persen dari total volume ekspor, disusul oleh Rush dengan volume 12.600 unit (20 persen), serta Agya di tempat ke tiga dengan volume 10.800 unit (18 persen). Model-model lainnya adalah Vios, 7.500 unit, Avanza 8.400 unit, Kijang Innova, Sienta, Yaris serta Town Ace/Lite Ace dengan total volume 7.900 unit.

"Naik turunnya kondisi perekonomian di sebuah negara tujuan ekspor merupakan hal di luar kontrol atau kendali kita dan tidak terhindarkan. Namun, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen resiko,” ungkap Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, Bob Azam melalui siaran persnya, Jumat (24/5/2019).

Meskipun kinerja ekspor CBU di periode Januari - April 2019 ini kurang memuaskan, TMMIN tidak mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimis bahwa pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir 2019 dapat dipenuhi.

“Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas 5 persen dapat tercapai. Mulai pertengahan tahun, akan ada ekspansi ekspor ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah. Ditambah adanya permintaan fleet order dari negara-negara Timur Tengah yang diharapkan bisa membantu tercapainya target yang ditetapkan,” tutur Bob Azam.

Penambahan negara tujuan di kawasan Amerika Tengah tersebut dikatakan Bob Azam melalui proses yang tidak singkat. Studi pasar termasuk peraturan dan regulasi di negara kandidat tujuan ekspor baru dilakukan langsung oleh divisi terkait di TMMIN sejak 2018 yang lalu.

Pada bulan November tahun lalu, TMMIN mengundang para distributor dari kandidat negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang, serta berdiskusi mengenai hal-hal yang terkait dengan tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara tersebut. Setelah seluruh proses studi selesai, TMMIN kemudian mengusulkan potensi perluasan ekspor ini ke pihak prinsipal untuk mendapatkan persetujuan.

"Persaingan yang semakin sengit, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang kurang stabil, membuat kami harus semakin proaktif dalam meningkatkan performa ekspor, tidak hanya menunggu order dari prinsipal. TMMIN membuat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya dalam menjawab tantangan tersebut,” pungkas Bob Azam.b1/oto

dilihat : 47 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution