Senin, 16 September 2019 00:55:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520099
Hits hari ini : 556
Total hits : 4947334
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kapolda Minta Masyarakat Jatim Tak Ikut Aksi 22 Mei






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 17 Mei 2019 23:05:44
Kapolda Minta Masyarakat Jatim Tak Ikut Aksi 22 Mei

Surabaya - Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, mengimbau masyarakat Jatim untuk tidak berangkat ke Jakarta, mengikuti aksi People Power pada 22 Mei mendatang. Apalagi aksi tersebut digelar bersamaan dengan pengumunan hasil rekapitulasi suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Luki menjelaskan, sejumlah instansi yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, khususnya di Jatim, sudah sangat terbuka dengan aspirasi warga. "Jika ada yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara, baik Bawaslu maupun KPU Jatim, siap menerima. Bahkan ada yang unjuk rasa ke Bawaslu, tetap difasilitasi. Kemudian ke DPRD Jatim, juga kami fasilitasi," ujarnya, Jumat (17/5) malam.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur beserta Pangdam yang sudah melakukan kegiatan-kegiatan tahapan awal sosialisasi tatap muka dengan para tokoh-tokoh agama. Alhamdulillah, terima kasih hari ini pelaksanaan unjuk rasa berjalan secara damai. Sekali lagi terima kasih pada masyarakat Jatim yang turut menjaga wilayah Jatim tetap kondusif," kata Kapolda.

Dengan penerimaan yang cukup baik tersebut, pihaknya meminta agar tidak ada gelombang massa yang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei. Sebaliknya, jika ada keluhan terkait penghitungan suara, cukup disampaikan saja ke sejumlah instansi atau lembaga terkait yang ada di Jatim.

Sebab, kata dia, tahapan-tahapan yang dilakukan ini sudah sesuai dengan aturan dan SOP (standar operasional prosedur) yang ada. Ia juga mengimbau para tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah setempat, baik dari Camat, Bupati, Wali Kota, Daramil semuanya dilibatkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat Jatim.

"Terkait tanggal 22 Mei, kami ajak masyarakat Jatim untuk ikut jaga NKRI. Kami tahu di media sosial luar biasa ajakan ke Jakarta. Dan ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi. Kami himbau warga Jatim untuk tidak ke Jakarta. Jangan terpengaruh," imbaunya.

Alumnus Akpol 1987 ini menegaskan akan melakukan sweeping di sejumlah terminal dan stasiun, baik di Surabaya maupun di sejumlah Kota lainnya di Jatim. Jika ditemukan ada penumpang yang membawa senjata tajam, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

Bahkan pihaknya bersama Pangdam V Brawijaya sepakat apabila mereka memaksakan diri untuk berangkat, akan dilkukan penangkalan ataupun pencegahan. Kegiatan cukup di Jatim, terkait kapan dan tempatnya, pihaknya akan menyiapkan, menjaga dan mengamankan. Jadi tidak perlu bergabung ke Jakarta.

"Kami akan secara persuasif menyampaikan agar orang-orang tidak perlu ke Jakarta. Kalau perindividu, kami akan tetap mengimbau secara persuasif. Saya rasa masyarakat Jatim lebih paham lah dan selama ini Jatim sungguh luar biasa dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang ada di publik," tegasnya.info/red

dilihat : 49 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution