Kamis, 19 September 2019 07:33:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 767
Total hits : 4961871
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Terlilit Hutang, Teknisi Mesin ATM Mandiri Ngebobol Rp36 Juta






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 15 Mei 2019 14:08:02
Terlilit Hutang, Teknisi Mesin ATM Mandiri Ngebobol Rp36 Juta

Jakarta - Seorang teknisi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) nekat membobol uang sebesar Rp36 juta dari tiga tempat berbeda. Pelaku, Mardiansyah (27) mengaku, aksi itu dilakukannya karena butuh uang untuk membayar hutang dan biaya hidup sehari-hari.

Aksi pembobolan terakhir di ATM Minimarket di Kawasan Jalan Raya Condet Jakarta Timur, menjadi bukti untuk menjerat pelaku.

Kapolsek Metro Kramatjati, Kompol Nurdin A Rahman mengatakan, pengungkapan yang dilakukan pihaknya berkat aksi yang terakhir pada Sabtu 27 April 2019 lalu berkat laporan dari pihak perusahaan tempat pelaku bekerja.

“Berkat laporan itu, tim langsung bergerak untuk menyelidiki dan meringkus pelaku Mardiansyah. Pelaku kami tangkap di Kawasan Jalan Raya Suci, Susukan, Ciracas Jakarta Timur, tanpa perlawanan,” terang Nurdin, Selasa (14/5/2019).

Dijelaskan Kompol Nurdin, dalam melakukan aksi pembobolan mesin ATM, pelaku beraksi sendirian. Pasalnya, Mardiansyah memang setiap hari bertugas sebagai teknisi mesin ATM.

“Karena memiliki kunci dan kealihan yang dipercayakan perusahaannya kepada pelaku namun disalahgunakan pelaku,” ungkap Nurdin.

Disetiap aksinya, sambung Nurdin, agar tak menimbulkan kecurigaan, dari satu mesin ATM, pelaku hanya menggondol sebagian uang dari mesin ATM.

Pada mesin pertama, pelaku mengambil uang sebesar Rp6,9 juta, mesin ATM kedua dia mengambil sekitar Rp13 juta. “Lalu dari tempat ketiga dia mengambil Rp15,2 juta. Ini dilakukannya selama satu hari,” paparnya.

Ditangkapnya Mardiansyah lanjut Nurdin, setelah pimpinan PT. Abacus Pensiuntama yang berkutat di bidang pengisian uang dan perbaikan mesin ATM tempat pelaku bekerja membuat laporan dan petugas mendapatkan rekaman CCTV pelaku.

“Namun saat kami tangkap, uang yang dijarah pelaku sudah habis, Jadi, anggota hanya mengamankan seragamnya dan rekaman CCTV untuk dijadikan barang bukti,” tuturnya.

Sementara itu, Mardiansyah mengaku, aksi pembobolan yang dilakukannya karena terdesak hutang. “Saya khilaf pak, saya butuh uang untuk bayar hutang. Makanya saya nekat jadi seperti ini,” ujarnya.

Mardiansyah pun mengaku, uang yang diambil dari tiga mesin ATM itu, sudah habis untuk menutupi hutang. Bahkan sisa uang yang ada juga sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Buat kebutuhan sehari-hari sama bayar hutang. Kemarin secara acak saja, baru pertama kali ngelakuin,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang kini mendekam di sel tahanan bakal dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara,” pungkasnya.yon/bj

dilihat : 31 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution