Rabu, 17 Juli 2019 08:02:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 1049
Total hits : 4811465
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pengamanan Arus Mudik, Polda Jateng Pantau 24 Exit Tol






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 15 Mei 2019 14:05:11
Pengamanan Arus Mudik, Polda Jateng Pantau 24 Exit Tol

Semarang - Polda Jateng melakukan pengamanan arus mudik 2019, salah satunya dengan memantau 24 pintu keluar tol (exit tol) di sepanjang wilayah provinsi ini.

"Untuk Jateng ada 24 pintu keluar. Berdasarkan prediksi kita, exit Pejagan Brebes barat dan timur akan menjadi exit favorit untuk menuju ke Selatan menuju Sanggen, Ajibarang, Banyumas, Purbalingga dan Wonosobo. Juga exit Colomadu untuk menuju ke Yogjakarta, maka diperlukan rekayasa lalu lintas titik tersebut. Karena di jalur ini bisa terjadi penumpukan kendaraan," demikian ungkap Kapolda Jateng Rycko Amelza Dahniel.

Selain berkonsentrasi pada 24 pintu keluar jalan tol, Polda Jateng pun berkonsentrasi untuk mengurangi Trouble Spot di dalam ruas tol.

Menurut Kapolda, di ruas jalan tol di Jawa Tengah masih ada yang belum dilengkapi rest area. Seperti di salah satu ruas 174 KM ini tidak ada rest area. Kemudian, keberadaan SPBU di ruas jalan 294 KM ini pun tidak tersedia.

Sehingga, Polda Jateng sudah melakukan simulasi penjemputan pemudik yang mengalami masalah di ruas tol tersebut. Sehingga pemudik itu tidak terkunci di satu ruas saja

"Kemudian Trouble Spot setelah keluar jalan tol pun juga menjadi perhatian kami. Mulai dari penyempitan jalan setelah keluar dari jalan tol, pasar tumpah hingga SPBU dan tracffik light bermasalah atau tidak juga menjadi perhatian kami," ujar Amelza Dahniel.

Untuk pemberlakuan ganjil genap di jalan tol, Polda Jateng siap mengamankan bila opsi untuk mengurangi kemacetan saat arus mudik itu diberlakukan.

Menyangkut pemberlakuan satu arah, menurut Kapolda tidak bisa diterapkan seluruhnya di ruas tol di Jawa tengah. Kalaupun diterapkan itu hanya berlaku hingga Pejagan dan Brebes timur atau barat, selanjutnya normal kembali.

"Ini tengah dilakukan pengkajian, di mana tiga exit tadi yang favorit untuk menuju ke selatan. Kalau satu arah sampai disitu kita khawatir bebannya akan masuk di selatan. Sedangkan di selatan sendiri itu jalurnya sempit dan di 600 meter jalan sedang diperbaiki. Kita akan simulasikan untuk pelaksanaan tersebut," tegasnya.

Senada dengan Kapolda, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, secara terpisah menyatakan, yang perlu diwaspadai adalah titik kemacetan, rambu lalu lintas, rekayasa lalu lintas dan pengelolaan jalan tol.

"Dulu yang bikin kita trauma adalah Brexit (Brebes Exit) tapi sekarang sudah tidak. Secara umum titik macet sudah kita hitung berdasarkan pengalaman kita mengalami beberapa kemacetan," ujar Ganjar.

Beberapa sinyalemen kemacetan parah di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, berada di pasar tumpah, perlintasan kereta api serta exit tol. Menyikapi hal tersebut Ganjar pun telah menginstruksikan pada pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan jurus, khususnya untuk mengantisipasi pasar tumpah.

"Mengantisipasi pasar tumpah, pemerintah kabupaten kota silakan segera menandai titik-titik penting rawan kemacetan. Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di Kabupaten membantu," katanya.

Terkait infrastruktur, Ganjar mengatakan, saat ini beberapa ruas jalan di wilayah di Jawa Tengah sedang diperbaiki dan maksimal harus selesai H-6 Lebaran.

Selain itu, Ganjar optimis keberadaan tol Trans Jawa siap dilalui pemudik meskipun ada sejumlah catatan yang mesti segera dieksekusi pengelola jalan tol. Selain itu, pemudik yang menggunakan jalan tol diminta untuk menyiapkan saldo kartu e-toll-nya.

"Bina Marga, kita siapkan untuk menghitung daerah yang masih dalam proses pengerjaan jalan. Nanti kita pastikan kapan berhenti. Untuk Rest Area beberapa akan selesai. Untuk pemudik yang menggunakan jalan tol, jangan lupa top up penuh kartu e-toll-nya. Sebagai gambaran dari Jakarta ke Semarang perlu e-toll sekitar Rp 370.000," katanya.

Untuk mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memilik program mudik gratis dari Jakarta ke tiga titik padat pemudik, yakni Banyumas, Solo dan Semarang. Ada tiga rangkaian kereta berkapasitas 6.000 orang, kapal berkapasitas 2000 orang dan kendaraan bermotor serta lebih dari seribu bus. Untuk Pemprov Jateng menyediakan 207 bus, 3 rangkaian kereta serta kapal.b1/red

dilihat : 22 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution