Minggu, 18 Agustus 2019 18:34:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 1362
Total hits : 4877471
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jelang Pemilu 2019, Polri Ajak Pegiat Medsos Lawan Hoax






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Maret 2019 11:08:16
Jelang Pemilu 2019, Polri Ajak Pegiat Medsos Lawan Hoax

Jakarta - Maraknya hoax dan penyebaran konten negatif di media sosial dianggap sudah membahayakan. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun menyebut produksi konten tersebut meningkat jelang Pemilu 2019.

Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Budi Setiawan menjelaskan, berdasarkan data Bagian Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divisi Humas Polri, sepanjang tahun 2018 ditemukan 30.056 konten negatif di media sosial.

“Terdiri dari 602 konten hoax, 20.945 provokasi, 1.120 SARA, 6.886 hate speech, 491 radikalisme, dan 12 konten terorisme. Fakta tersebut tentu harus menjadi perhatian serius,” tegas dia dalam Seminar Nasional bertemakan: Melawan Hoax Untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di media sosial di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/3).

Padahal di era digital media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam membantu menciptakan terselenggaranya Pemilu yang sejuk, aman dan damai. Menurut data APJII tahun 2017 terdapat 143 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet dan memanfaatkan jejaring media sosial untuk berkomunikasi.

“Artinya ada 54 persen lebih masyarakat yang menggunakan media sosial setiap harinya,” sebut dia.

Dalam perjalanannya di media sosial bersliweran aneka informasi, termasuk informasi hoax, ujaran kebencian bahkan SARA. Meski Polri sudah sering melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang melakukan hoax, namun sepenuhnya belum bisa meredam peredaran hoax.

“Untuk itu melalui seminar ini, Polri, pemerintah dan KPU kembali menegaskan dan tanpa henti menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan hoax dan mempolitisasi SARA demi terwujudunya pemilu yang sejuk, aman dan damai,” tegas Budi.

Sekadar informasi, di dalam Seminar Nasional bertemakan: Melawan Hoax Untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Media Sosial, hadir Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebagai keynote speaker.

Sebagai Pembicara adalah, Anggota BPIP Mahfud MD, Komisioner KPU Wahyu dan Pengamat Komunikasi UI Effendy Gazali.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh kalangan mahasiswa perwakilan BEM seluruh Indonesia, penggiat media sosial dan influencer. Terselenggaranya Pemilu yang aman sejuk dan damai pada Pileg dan Pilpres 2019, merupakan konsern dari berbagai pihak termasuk Polri.fjr/red

dilihat : 446 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution