Senin, 18 November 2019 05:24:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 457
Total hits : 5088636
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Polda Jatim Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Jaspel Kesehatan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 28 Maret 2019 23:08:25
Polda Jatim Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Jaspel Kesehatan

Surabaya - Polda Jatim melalui Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemotongan uang Jasa Pelayanan (Jaspel) dan Biaya Operasional Kegiatan (BOK). Dugaan kasus korupsi itu terjadi di Puskesmas Widang, Kabupaten Tuban.

Kasus ini sesuai pasal 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi. Aksi kejahatan di Puskesmas Widang itu melibatkan tersangka dr Shinta Puspitasari (45) selaku Kepala Puskesmas.

Ungkap kasus ini dirilis oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera bersama Dirreskrimsus Kombes Akhmad Yusep Gunawan dan didampingi Kasubdit Tipidkor AKBP Rama Samtama Putra, Kamis (28/3).

Kombes Barung menjelaskan pengungkapan kasus dugaan korupsi itu dilakukan pada 25 Maret 2019 sekira jam 07.00 WIB. Saat itu anggota Subdit Tipidkor telah mengamankan yang diduga pelaku Shinta di Kantor Puskesmas Widang Kabupaten Tuban.

Tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai Kepala Puskesmas untuk melakukan pemotongan jasa pelayanan dari Staf/Pegawai Puskesmas Widang Kabupaten Tuban. Hal itu dilakukan tersangka tanpa adanya kesepakatan dan tidak ada dasar hukum yang mengatur mengenai pemotongan Jaspel tersebut.

Modus Operandi tersangka membuat daftar nominal jumlah uang jasa pelayanan untuk dipotong dari Staf/Pegawai Puskesmas yang menerima Jaspel yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Pemotongan tersebut jumlahnya bervariasi yang setiap bulannya wajib dikeluarkan oleh pegawai Puskesmas dari sebesar Rp. 100.000 hingga Rp. 1.000.000.

Uang potongan tersebut dikumpulkan oleh Bendahara Puskesmas selanjutnya disetorkan ke rekening penampungan yang dibuka oleh salah satu Staf TU atas perintah terangka. Dari jumlah uang jasa pelayanan yang dipotong dari masing-masing pegawai, tersangka menerima keuntungan 40 persen dari hasil pemotongan Jaspel tersebut.

Barang bukti uang sejumlah Rp 171 juta diamankan penyidik Subdit Tipidkor Polda Jatim. Diamankan pula bendel SPJ JKN Bulan Juli 2018 hingga Feb 2019, bendel dokumen pemotongan dana Jaspel, empat buah ponsel, dua buah buku rekening dan satu unit laptop.

Namun kini tersangka yang juga dokter dan Aparatur Sipil Negara itu tidak ditahan. Polisi berdalih, tersangka masih dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Widang, Kab Tuban.info/red

dilihat : 468 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution