Kamis, 27 Juni 2019 15:42:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 236
Total pengunjung : 517331
Hits hari ini : 1761
Total hits : 4749973
Pengunjung Online : 10
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Dedi: Hak Meikarta 84,6 Hektar Bukan 438 Tanah Siapa?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 21 Maret 2019 08:11:58
Dedi: Hak Meikarta 84,6 Hektar Bukan 438 Tanah Siapa?

Bandung - Fakta baru dipersidangan kasus suap Meikarta terus menyeruak kepermukaan pasca kesaksian mantan Wakil Gubernur (Wagub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/3) malam.

Dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta dari Lippo Group senilai Rp10.830.000.000 dan SGD 90.000 itu, bukan hanya dinikmati mantan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin (NHY) bersama 4 anak buahnya, tapi beberapa politisi di DPRD Kabupaten Bekasi dan DPRD Provinsi Jawa Barat, dikabarkan ikut kecipratan.

Dihadapan Majelis hakim Tipikor, Dedi mengaku pernah memberikan perintah ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin ketika masih menjabat untuk menghentikan proses perizinan Meikarta berdasarkan hasil rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi Jawa Barat.

“Waktu itu, saya sendiri juga selaku Ketua BKPRD dan memerintahkan Bupati Bekasi, Neneng untuk sementara menghentikan proses perizinan Meikarta, karena tidak sesuai dengan luas tanahnya dari 84,6 hektare menjadi 438 hektare,” ungkap Dedi.

Jadi sambung Dedi, ketika itu bukan hanya sekedar perintah secara lisan, tapi juga melalui surat hasil rapat BKPRD. “Bukan hanya secara lisan, tapi melalui surat hasil rapat BKPRD karena mengingat perizinan belum siap namun promosinya luar biasa. 438 hektare dari mana tanahnya,” kata Dedi.

Oleh karena itu lanjut Dedi, jangan sampai Meikarta dibangun dulu, lebih baik dicegah, karena informasinya sarana sudah dibangun, tapi bangunan belum, karena kita akan menolak apabila memberikan 438 hektare untuk proyek Meikarta.

“Kalo untuk luasan 84,6 hektare pihaknya tidak mempermasalahkan karena itu merupakan hak Lippo sesuai IPPT yang sudah diterbitkan BPN, tapi inikan 438 hektare itu tanah dari mana,” ulasnya Dedi lagi.

Dedi kembali menegaskan, dirinya minta Bupati Bekasi Neneng untuk menyetop proses perizinan Meikarta seluas 438 hektare yang dibagi dalam tiga tahap. Kalo 84,6 hektare itu haknya Lippo tapi kalo lebih dari itu hak orang lain.

“Kalau hak orang seperti 84,6 hektare hak Lippo, satu hari pun kita tunda dosa, tapi kalau luasannya 438 hektare mending taruh pistol aja di kepala saya,” jelas Dedi sambil menunjuk kepalanya dengan jari.

Masih kata Dedi, intinya surat hasil rapat BKPRD yang disampaikan ke Bupati Bekasi Neneng ketika itu meminta agar menghentikan pembangunan sementara Meikarta selama perizinannya selesai. “Jangan sampai nanti rugi, sudah dibangun lalu dibongkar,” katanya.

Pemeran film Naga Bonar ini juga mengaku heran dengan rencana pembangunan proyek Meikarta dengan luas mencapai 438 hektare, karena luasan itu perlu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi.

“Ini dibangun berskala Metropolitan jadi harus dapat rekomendasi dari Provinsi. Makanya saya mikir, ini kayak negara dalam negara, apa kata dunia?,” sindir Dedi.

Pantauan Beritaekspres.com dipersidangan, selain Dedi hadir mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher dan Sono Sumarsono dari Kemendagri turut hadir sebagai saksi. Duduk sebagai terdakwa yaitu, Neneng Hasanah Yasin (NHY) bersama 4 terdakwa anak buahnya.

Mereka didakwa Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima suap dengan total Rp10.830.000.000 dan SGD 90.000. Uang itu diduga diberikan oleh perwakilan Lippo Group yaitu Billy Sindoro dan 3 rekannya yang telah divonis lebih dulu bersalah dalam perkara yang sama.BJ/mul

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution