Rabu, 17 Juli 2019 07:18:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 989
Total hits : 4811404
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tahun 2018 Laba Bank Jatim Naik 8,71% dibanding Tahun 2017






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 17 Februari 2019 17:11:55
Tahun 2018 Laba Bank Jatim Naik 8,71% dibanding Tahun 2017

Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sepanjang 2018 mencatat laba bersih Rp 1,26 triliun atau tumbuh 8,71 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Capaian laba bersih sebesar Rp 1,26 triliun ini menggambarkan kinerja positif Bank Jatim sepanjang 2018," kata Dirut Bank Jatim, R Soeroso, saat Paparan Publik di sela acara Media Gathtering di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (16/2) kemarin.

Lebih lanjut, Soeroso menyebutkan, kinerja yang positif Bank Jatim juga ditunjukkan oleh pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga DPK. Aset tercatat Rp 62, 69 triliun atau tumbuh 21,68 persen (YoY), sedangkan DPK tumbuh 27,78 persen (YoY), yaitu sebesar Rp 50,91 triliun. Pencapaian DPK tersebut diperkuat dengan CASA rasio sebesar 75,41 persen. Pertumbuhan DPK yang signifakan itu juga menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat.

"Hal itu ditunjukkan juga oleh komposisi DPK sekarang, yakni dana masyarakat 70 persen, sedangkan dana pemerintah daerah 30 persen. Dengan besarnya dana masyarakat ini kita imbangi dengan pemberian fasilitas ke rumah sakit, BPJS, kredit rumah dan lainnya yang terkait dengan kebutuhan masyarakat," terang Soeroso.

Direktur Bank Jatim, Ferdian Timur Satygraha, menambahkan, selama 2018 Bank Jatim mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 33,89 trliun atau tumbuh tumbuh 6,74 persen (YoY). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp 7,26 triliun atau tumbuh 12,67 persen (YoY).

"Tahun ini kami targetkan penyaluran kredit bisa tumbuh 9 persen. Ekspansi kredit akan kita lakukan seperti ke pesantren atau tempat wisata yang sekaligus untuk mendukung program Gubernur Jatim yang baru," kata Ferdian.b1/red

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution