Kamis, 22 Agustus 2019 18:05:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520081
Hits hari ini : 4081
Total hits : 4892264
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -ITS Siap Dukung Bakamla melalui Inovasi di Bidang Maritim






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 12 Februari 2019 08:14:08
ITS Siap Dukung Bakamla melalui Inovasi di Bidang Maritim

Surabaya,pustakalewi.com - Guna membuktikan komitmennya dalam memajukan bidang kemaritiman di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menggelar diskusi bertemakan Potensi Ancaman dan Kondisi Pengamanan Wilayah Laut Indonesia bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Wakil Rektor IV ITS bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc menjelaskan, inovasi-inovasi yang telah dilakukan ITS di bidang maritim. Ketut menyampaikan bahwa ITS siap mendukung Bakamla dengan terobosan-terobosan teknologinya yang bisa membantu peningkatan Bakamla dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan laut di Indonesia.

Laksamana Madya (Laksdya) Achmad Taufiqoerrachman menyampaikan keadaan laut di Indonesia. Dikatakannya, Indonesia memiliki luas wilayah laut yang besar, garis pantai yang panjang, lalu lintas laut yang padat, dan secara geografis memiliki letak yang strategis karena berada di antara dua samudera dan dua benua.

Akibatnya, lanjut Taufiq, Indonesia memiliki potensi yang besar, namun juga diikuti dengan ancaman yang besar tentunya. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami ketertinggalan di bidang maritim, utamanya pada bidang teknologi yang dimiliki. “Laut itu tidak bisa dipagari dan diduduki, laut hanya bisa dikendalikan,” tandas Taufiq mengingatkan, dalam rilis ITS, Senin (11/2).

Namun, menurut mantan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) ini, pengendalian wilayah laut sangatlah sulit, karena tidak ada tempat untuk bersembunyi seperti di daratan. Oleh karena itu, cara yang paling ampuh untuk mengendalikan laut adalah melalui jaringan informasi yang akurat. Teknologi yang dimiliki Indonesia masih sangatlah kurang di bagian penyampaian informasi. “Lambatnya informasi tentu memperlambat pula aksi yang dapat dilakukan oleh Bakamla,” keluhnya.

Taufiq juga menjelaskan problematika yang dihadapi Bakamla dalam pengamanan laut. Ancaman berupa illegal fishing dan penyelundupan diprediksi menjadi permasalahan yang masih akan terjadi di tahun 2019 ini. Penyelundupan yang pernah ditemuinya salah satunya adalah penyelundupan narkoba seberat puluhan ton. Pria asal Sukabumi itu pun mengakui bahwa ia pernah gagal menangkap penyelundupan, karena para oknum tersebut meningkatkan kapasitas kecepatannya.

Dalam akhir kuliahnya, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) ini berencana akan bekerja sama dengan ITS untuk menunjang kinerja Bakamla melalui inovasi-inovasi dari ITS. “Saya sangat senang bisa berkunjung kemari (ITS, red), terlebih saya menjadi tahu inovasi-inovasi dari ITS yang sangat memungkinkan untuk diajak kerjasama guna meningkatkan kinerja kami,” pungkas pria yang juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) ini.red/mwp

dilihat : 455 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution