Minggu, 18 Agustus 2019 04:32:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 440
Total hits : 4876549
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Agar Pulang Indonesia, Imigrasi Didesak Cabut Paspor Tan Paulin






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 08 Juni 2016 08:05:58
Agar Pulang Indonesia, Imigrasi Didesak Cabut Paspor Tan Paulin

Surabaya - Pereteruan dua pengusaha batu bara Eunike Lenny Silas dengan Paulin Tan alias Tan Paulin dalam perkara bisnis batu bara makin seru. Agar Tan Pauline pulang ke Indonesia, tim penasehat hukum dari Eunike Lenny Silas minta kepada pihak Imigrasi untuk mencabut paspor Paulin Tan.

Pencabutan paspor Tan Paulin ini kemungkinan akan dilakukan karena Tan Paulin yang sudah berstatus tersangka di Mabes Polri atas laporan Eunike Lenny Silas tentang penipuan dan penggelapan 4 alat berat senilai Rp 3 miliar, hingga saat ini tak juga memenuhi panggilan penyidik dan oleh penyidik. Tan Paulin dimasukkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketua Tim Penasehat Hukum Eunike Lenny Silas, Harja Karsana Kosasih, mengatakan kepastian Tan Paulin menjadi DPO ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor : B/408/VI/2016/Dittipidum tertanggal 3 Juni 2016. SP2HP yang ditanda tangani Kasubdit V Dittipidum Mabes Polri, AKBP. Suwondo Nainggolan ini diterbitkan dengan mempertimbangkan Laporan Polisi Nomor : LP/847/IX/2014/Bareskrim tanggal 11 September 2014 atas nama pelapor Eunike Lenny Silas, Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP Sidik/898/IX/2015/Dittipidum tertanggal 17 September 2015.

Dalam SP2HP itu juga dinyatakan, penyidik Mabes Polri menerbitkan ketetapan pencekalan terhadap tersangka Tan Paulin berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian RI Nomor : Kep/481/V/2016 tertanggal 04 Mei 2016 tentang pencegahan dalam perkara pidana. Kemudian, dalam SP2HP itu juga dijelaskan tentang permohonan untuk mengamankan tersangka Tan Paulin kepada Dirjen Imigrasi berdasarkan surat Kabareskrim Polri tertanggal 01 Juni 2016, ungkap Kosasih.

Penjelasan ketiga, lanjut Kosasih, dalam SP2HP itu adalah menerbitkan DPO terhadap tersangka Tan Paulin berdasarkan Surat DPO tertanggal 31 Maret 2016. Penjelasan keempat adalah mengajukan bantuan penerbitan red notice terhadap tersangka Tan Paulin kepada Divhubinter Polri.

Sehubungan dengan ditolaknya permohonan praperadilan yang diajukan Tan Paulin tanggal 31 Maret 2016 dan dibacakan hakim Martin Pontoh selaku hakim praperadilan PN Jakarta Selatan tersebut, Kosasih dengan tegas mengatakan, penyidik harus melanjutkan kembali proses penyidikan ini dan segera memeriksa Tan Paulin sebagai tersangka.

Saat ini, Lenny Silas menjadi terdakwa dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sejak disidangkan di PN Surabaya, banyak sekali tudingan dan caci maki yang dialamatkan ke Lenny Silas dengan mengatakan Lenny Silas seorang penipu. Belum lagi pemberitaan-pemberitaan yang begitu menyudutkan Lenny Silas, kata Kosasih.

Panjangnya proses penyidikan yang menjadikan Tan Paulin sebagai tersangka itu mendapat tanggapan Kosasih. Menurut Kosasih, dari sini terlihat bagaimana sulitnya menuntaskan proses penyidikan Tan Paulin. Jika selama ini banyak orang menuding bahwa Lenny Silas dekat dengan Kapolri, Lenny Silas dekat dengan petinggi-petinggi Polri, itu salah besar.

Yang dekat dengan para petinggi Polri itu siapa? Kalau memang Lenny Silas dekat dengan Kapolri, dekat dengan para petinggi Polri, mengapa laporan Lenny Silas ini tak kunjung selesai? Kasus ini sudah 2 tahun, terhitung sejak dilaporkan tanggal 11 September 2014. Coba bandingkan dengan laporan Tan Paulin ke Mabes. Atas laporannya itu, saat ini Lenny menjadi terdakwa dan perkaranya sedang dalam proses persidangan di PN Surabaya, terangnya.

Lebih lanjut Kosasih menjelaskan penyidik kepolisian Mabes Polri harus bertindak tegas. Sudah dua kali dipanggil, Tan Paulin tidak hadir. Di ketidakhadirannya yang pertama, Tan Paulin beralasan bahwa saat itu Tan Paulin melalui penasehat hukumnya, sedang mengajukan upaya permohonan praperadilan. Begitu praperadilan dinyatakan ditolak, Tan Pauline kembali beralasan sedang menjalani pengobatan di RS Mount Elizabeth Singapura.

Untuk diketahui, Tan Paulin dijadikan tersangka atas laporan Eunike Lenny Silas di Mabes Polri terkait kerjasama pembelian alat berat berupa excavator dan dozer masing-masing sebanyak 2 unit, untuk disewakan kepada pihak ketiga dengan ketentuan modal dan keuntungan kerjasama ditanggung sama rata, yaitu 50:50. Semua urusan operasional menjadi tanggungjawab Tan Paulin sepenuhnya.

Namun kenyataannya pembagian keuntungan tersebut hanya beberapa kali saja diberikan ke Lenny, bahkan tanpa sepengetahuan Lenny 4 alat berat tersebut dijual ke orang lain tanpa sepengetahuan Lenny. upaya mendatangkan Paulin Tan alias Tan Paulin pulang ke Indonesia, tim penasehat hukum Eunike Lenny Silas minta kepada pihak Imigrasi untuk mencabut paspor Tan Paulin.sp/red

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution