Jum'at, 26 April 2019 01:28:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 33
Total pengunjung : 495823
Hits hari ini : 232
Total hits : 4557325
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden Akui Telah Tandatangani Revisi Keppres 29/2018 Soal Remisi I Nyoman Susrama






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 11 Februari 2019 08:05:53
Presiden Akui Telah Tandatangani Revisi Keppres 29/2018 Soal Remisi I Nyoman Susrama

Surabaya - Presiden RI Joko Widodo mengaku telah menandatangai revisi pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

“Surat revisi sudah saya tandatangani,” kata Jokowi usai menghadiri Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City, Sabtu (9/2).

Sebelumnya, Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM akan mencabut remisi terhadap I Nyoman Susrama. Pencabutan remisi itu menyusul banyaknya desakan dari koalisi masyarakat sipil dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Remisi terhadap Susrama yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara akan segera dicabut.

Dalam pertimbangannya, Ditjen PAS memandang dari segi kemanfaatan, kepentingan umum, dan keadilan masyarakat. Sehingga revisi Keppres 29/2018 bisa segera diterbitkan.

Sebelumnya, AJI Indonesia telah menyerahkan lebih dari 45 ribu petisi kepada Ditjen PAS Kemenkumham. Petisi tersebut dimaksud agar pemerintah mencabut pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, pelaku pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Dalam pengadilan tingkat pertama, Susrama divonis bersalah dan mendapat hukuman penjara seumur hidup karena perannya di kasus tersebut. Namun, dia diberikan remisi atau potongan hukuman menjadi 20 tahun penjara.

Susrama bukan satu-satunya terpidana penjara seumur hidup yang mendapat perubahan pidana berdasarkan Keppres 29/2018. Ada 114 terpidana lain yang juga bernasib sama dengannya.info/red

dilihat : 428 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution