Minggu, 17 Februari 2019 23:13:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 442
Total pengunjung : 473263
Hits hari ini : 2540
Total hits : 4345647
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Taman Sejarah Saksi Perjuangan Arek Surabaya Melawan Penjajah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 06 Februari 2019 11:08:58
Taman Sejarah Saksi Perjuangan Arek Surabaya Melawan Penjajah

Surabaya - Jembatan Merah bukan sekadar nama sebuah kawasan atau jalan, tetapi juga merupakan saksi sejarah perjuangan arek -arek Surabaya melawan pasukan Inggris, pada 10 November 1945 lalu, yang menewaskan seorang jenderal Inggris bernama Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.

Peristiwa bersejarah itulah yang membuat tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah Kota Surabaya. Bagi wisatawan, jika mengunjungi Jembatan Merah, jangan lupa untuk singgah ke sebuah tempat yang berada di sebelahnya, yaitu Taman Sejarah.

Berada di kawasan yang penuh nilai sejarah perjuangan, Taman ini dulunya bernama Willemsplein yang diambil dari nama Willem, seorang Raja Belanda. Sebelum berganti nama menjadi Taman Sejarah, taman ini bernama Taman Jayengrono.

Diambil dari nama Adipati Jayengrono, taman ini diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada Desember 2012 lalu kemudian berubah nama menjadi Taman Sejarah karena aspek historis yang dimiliki oleh taman ini cukup kuat.

Taman seluas 5.300 m2 ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan bergaya Belanda yang sudah ada sejak jaman penjajahan. Diantaranya adalah Jembatan Merah, Gedung Cerutu, Gedung Internatio, Gedung Garuda, dan bangunan bergaya Belanda lainnya.

Berbagai fasilitas bisa ditemui di taman ini, seperti panggung dengan latar belakang Gedung Internatio, di tengah taman juga tersedia area yang biasa digunakan pertunjukkan seni. Di beberapa sudut terdapat jalur relaksasi serta air mancur yang semakin menambah kesejukan taman ini.

Guna menambahkan keindahan saat malam hari, Pemerintah Kota Surabaya sengaja menambahkan hiasan lampu berbentuk lorong serta lampu dengan bentuk bambu runcing warna warni yang berjajar.

Hiasan baru ini, semakin memperkuat alasan untuk menjadikan Taman Sejarah, sebagai tempat bersantai keluarga, atau menjadi lokasi hunting bagi para pecinta fotografi.k9/red

dilihat : 38 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution