Sabtu, 24 Agustus 2019 10:27:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 1139
Total hits : 4897250
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hakim PN Surabaya Marah Jaksa Tidak Hadirkan Lenny Silas ke Persidangan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 27 April 2016 05:05:34
Hakim PN Surabaya Marah Jaksa Tidak Hadirkan Lenny Silas ke Persidangan

Surabaya - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Efran Basuning, pimpinan sidang kasus penipuan dan penggelapan batubara, marah terhadap Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Putu Sudarsana. Itu dilakukan lantaran salah satu terdakwa, Eunike Lenny Silas hilang.

Eunike merupakan bos batu bara. Dia bersama Usman Wibisono, sudah ditetapkan sebagai terdakwa. Efran geram dan menyalahkan jaksa penuntut umum atas masalah ini.

"Silakan laporan ke Kejagung (Kejaksaan Agung) saya tidak takut. Kamu (Putu Sudarsana) telah melakukan kesalahan, tidak bisa menghadirkan satu orang terdakwa, hilang kemana dia (Eunike Lenny Silas)," teriak Efran Basuning, Selasa (26/4).

Mendengar kemarahan tersebut, JPU berdalih, kalau terdakwa Eunike Lenny Silas sedang sakit dan harus menjalani perawatan. "Terdakwa Eunike Lenny Silas sedang sakit dan dirawat. Jadi yang saya hadirkan hanya satu terdakwa (Usman Wibisono)," jawab Putu Sudarsana.

Meski begitu, Efran Basuning tetap menilai apa yang dilakukan jaksa itu sudah dianggap pembangkangan dari keputusan hakim. Sebab, JPU mengeluarkan terdakwa dari dalam Rutan Klas I Surabaya, di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, tanpa persetujuan hakim.

Padahal, penahanan dilakukan itu untuk mempermudah jalannya persidangan. "Kita sesama penegak hukum jangan saling mengangkangi. Seberapa kuat orang itu pasti bisa ditahan," teriak Efran lagi.

Kasus penetapan penahanan terdakwa Eunike dibacakan pada persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/4) lalu. Saat itu, hakim juga memutuskan untuk menahan terdakwa Usman Wibisono.

Dalam dakwaan, keduanya melakukan penipuan dan penggelapan batubara yang dilaporkan oleh Pauline Tan ke Polda Jatim pada 2013 lalu. Kedua terdakwa meminjam batubara pada korban sebanyak 11 ribu ton metrik senilai Rp 3,2 miliar.

Dengan perjanjian akan dikembalikan 1 minggu, tapi setelah ditagih. Kedua terdakwa selalu berbelit, akhirnya korban melaporkan kasus itu ke Polda Jatim.mdk/red

dilihat : 447 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution