Kamis, 27 Juni 2019 15:11:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 231
Total pengunjung : 517326
Hits hari ini : 1657
Total hits : 4749869
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden Jokowi dan Menteri Rini Ajak Dialog Ibu-Ibu Mekaar di Magetan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 02 Februari 2019 11:08:38
Presiden Jokowi dan Menteri Rini Ajak Dialog Ibu-Ibu Mekaar di Magetan

Surabaya - Saat kunjungan kerja di Kabupaten Magetan, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Soemarno berdialog dengan ibu-ibu anggota Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Program Kementerian BUMN ini dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah lewat pengembangan usaha mikro. Pemerintah memiliki fokus tersendiri terhadap Mekaar lantaran program ini menyasar para perempuan berdedikasi tinggi terhadap ekonomi keluarga pra-sejahtera yang ingin berbisnis.

Tujuannya agar para perempuan bisa mendorong peningkatan perekonomian keluarganya secara berdikari, dengan bimbingan usaha dari para Account Officer PNM Mekaar yang menumbuhkan semangat usaha yang jujur, disiplin dan kerja keras.

"Kenapa Ibu-Ibu diberikan pinjaman Mekaar? Karena dipercaya, perlu dijaga kepercayaan itu. Ibu-ibu juga harus nabung agar bisa cicil pinjaman dan itu perlu disiplin. Terakhir perlu dengan kerja keras, agar kita bisa maju," kata Presiden Jokowi saat berdialog dengan ratusan nasabah Mekaar di Kabupaten Magetan, Jumat (1/2).

Pada kesempatan ini, hadir pula 5 dari 10 nasabah Mekaar di Jawa Timur yang berhasil naik kelas menjadi penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Menteri Rini mengatakan, pemerintah senantiasa mendorong nasabah Mekaar untuk bisa naik kelas dan semakin sejahtera. Pemerintah akan terus mendorong dan memastikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melakukan pembinaan nasabah dengan optimal sehingga usaha mereka bisa naik kelas dan semakin besar.

“PNM juga kami dorong bersinergi dengan BUMN-BUMN, salah satunya BNI, menyalurkan pendanaan usaha dan di saat yang sama nasabah juga dibina untuk terus meningkatkan usahanya dan menabung dengan cermat," ungkap Rini.

BNI mencatat mulai awal tahun 2019, sebanyak lebih dari 1.500 nasabah Mekaar yang dinyatakan lolos dalam proses pembinaan PNM dan telah mempunyai kapasitas yang layak dibiayai lewat fasilitas KUR Mikro BNI.

Keberhasilan dan kesuksesan usaha nasabah Mekaar juga tidak terlepas dari kerja keras para pendamping usaha (Account Officer/AO). Untuk itu, tak lupa dalam dialognya dengan ratusan nasabah Mekaar di Magetan, Presiden dan Menteri Rini juga menyemangati para AO Mekaar untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam bertugas.

Di Kabupaten Magetan, PT PNM memiliki 10.128 nasabah yang terbagi menjadi 784 kelompok. Para nasabah ditunjang dengan 6 kantor cabang PNM dan 73 AO Mekaar yang secara berkala memberikan pembinaan. Sementara se-Jawa Timur, PT PNM mencatat telah memiliki 910.566 nasabah, 4.834 AO, dan 401 kantor cabang.

Sedangkan secara nasional, jumlah nasabah mencapai 4,14 juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah pendamping tercatat sebanyak 23.203 orang.info/red

dilihat : 428 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution