Rabu, 17 Juli 2019 07:22:32 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 994
Total hits : 4811409
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tahun 2018 Bank Jatim Raih Laba Bersih Rp 1,26 T






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 25 Januari 2019 20:05:22
Tahun 2018 Bank Jatim Raih Laba Bersih Rp 1,26 T

Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim membukukan laba bersih sebesar Rp 1,26 triliun pada 2018 . Angka tersebut meningkat sebesar 8,71 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Utama Bank Jatim, R Soeroso, mengatakan, capaian tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 5,9 persen secara tahunan (yoy). Hal tersebut juga didorong oleh pendapatan non bunga dari fee based income di valuta asing.

"Kinerja keuangan Bankjatim menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih Bank Jatim tercatat Rp 1,26 triliun tumbuh 8,71 persen. Sementara aset Bankjatim tercatat Rp 62,69 triliun atau tumbuh 21,68 persen" kata Soeroso, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta (25/1/2019).

Soeroso mengatakan, selama 2018 Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim juga tumbuh sebesar 27,78 persen secara year on year (yoy) atau sebesar Rp 50,91 triliun.

Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut, kata dia, menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat.

"Pencapaian DPK tersebut diperkuat dengan CASA rasio Bankjatim sebesar 75,41 persen. Dengan demikian, selama lebih dari 15 tahun, CASA rasio Bankjatim berada diatas 65 persen," ujar dia.

Di samping itu, sepanjang 2018, Bank Jatim juga mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 33,89 triliun atau tumbuh 6,74 persen (yoy).

Adapun kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi selama 2018 yaitu sebesar Rp7,26 triliun atau tumbuh 12,67 persen (yoy).L6/red

dilihat : 437 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution