Senin, 16 September 2019 01:39:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520099
Hits hari ini : 1118
Total hits : 4947897
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kecewa Proses Pemilihan Ketum PGPI Tidak Adil, Ketua PGPI Jatim Mundur






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 20 Januari 2019 11:08:52
Kecewa Proses Pemilihan Ketum PGPI Tidak Adil, Ketua PGPI Jatim Mundur

Surabaya,pustakalewi.com - Terpilihnya Pendeta Yakub Nahuway sebagai Ketua Umum PGPI Periode 2018 sampai 2024 ternyata masih berbuntut panjang sampai dengan saat ini. Pasca terpilihnya Pendeta Yakub sebagai Ketua Umum, Pendeta Rudolf Polimpung menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua PGPI Jatim.

Menurut Pdt Rudolf terpilihnya Pendeta Yakub pada Musyawarah Besar PGPI tanggal 12 sampai 15 November 2018 yang lalu itu tidak sah dan tidak ada keadilan dalam proses pemilihannya.

Apa yang saya lakukan saat sidang sesi penjaringan bakal calon (belum masuk pemilihan!) Yang oleh segelintir orang mengatakan sebagai "kekacauan" adalah bentuk protes keras dan spontan sebagai ekspresi kekecewaan atas kesewenang-wenengan pimpinan sidang yang sangat arogan, represif, otoriter dan intimidatif. Dan jauh dari netralitas.

Saya sangat kecewa atas apa yang terjadi disana, saya hadir di sana selaku ketua PGPI Jatim dengan hak penuh sebagai peserta, punya hak bicara dan hak suara; berhak dipilih dan memilih sesuai AD/ART PGPI. Bahkan pada waktu pembahasan Tatib persidangan berkali-kali saya mengangkat tangan, interupsi minta bicara tapi tidak diberi kesempatan.

Sebenarnya saat itu saya ingin memberi masukan untuk kebaikan mubes, bahwa pembagian suara (pemilihan Ketum) peserta Mubes (psl 14) harus sesuai perintah AD/ART, khususnya psl 22 ART agar diatur dlm Tatib. Pembagian suara seperti ini adil dan logis. Dimana Sinode yg adalah pemilik sesungguhnya PGPI memperoleh suara lebih banyak dari peserta yg lain (kalau tdk keliru pembagian suara seperti ini sdh diterapkan pada mubes 5 Thn lalu, Thn 2013 di hotel garden palace Surabaya).

Akan tetapi pada kenyataannya, PP dan MPR diberi hak suara one man one vote sehingga total suara PP yang berjumlah 24 orang mendapat 24 suara dan MPR yang berjumlah 16 orang bisa mendapat 16 suara. Jadi keseluruhan PP & MPR memperoleh 40 suara sementara sinode cuma diberi hak 2 suara saja. Jelas ini tidak adil dan tidak logis.

Karena tidak adil dan logis maka kandidat lain seperti Pendeta Sherlina Kawilarang yang berpeluang menjadi Ketua Umum menggantikan Pendeta Yakub Nahuway tidak bisa terpilih.

Oleh sebab itu pasca terpilihnya Pendeta Yakub yang menurut saya tidak adil dan logis ini saya menyatakan mundur dari PGPI dan meletakan jabatan saya sebagai Ketua PGPI Jawa Timur terang Pendeta Rudolf Polimpung.

Pengunduran diri saya, saya nyatakan dalam rapat konsultasi  Pengurus PGPI Jatim bersama pengurus PGPI Kabupaten/Kota - Sinode Anggota PGPI Jatim, tanggal 18 Desember 2018 yang lalu.

Dan ternyata pengunduran diri saya diikuti oleh sebagian besar pengurus PGPI Jatim dan PGPI Kabupaten/Kota (ada 21kab/Kot yang ikut mundur) dinyatakan tertulis dan ditandatangani bersama.

Pada mubes tersebut Jawa Timur mengirim delegasi terbanyak (37 orang, pengurus provinsi dan 29 kab/Kot)
Jadi mereka semua ikut menyaksikan penyimpangan-penyimpangan dalam mubes tersebut.mwp

dilihat : 456 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution