Kamis, 27 Juni 2019 15:14:40 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 231
Total pengunjung : 517326
Hits hari ini : 1661
Total hits : 4749873
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kasus Kejahatan Terhadap Anak di Kabupaten Tangerang Meningkat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 Januari 2019 11:11:42
Kasus Kejahatan Terhadap Anak di Kabupaten Tangerang Meningkat

Tangerang - Ketua Komisi Perlindungan Nasional Anak (Komnas Anak) Indonesia Arist Merdeka Sirait mengungkapkan kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Tangerang meningkat. Korban rata-rata anak di bawah umur 14 tahun.

Arist mengatakan, beberapa kasus yang sempat menyedot perhatian publik, di antaranya kasus sodomi yang dilakukan WS, 49, alias Babeh, di Rajeg, Kabupaten Tangerang, dengan korban 41 anak yang berhasil diungkap polisi awal 2018.

Selain itu, kasus kejahatan terhadap anak yang terkini yaitu kasus persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang pimpinan pondok pesantren terhadap santrinya di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

“Di Tangerang, kasus kekerasan terhadap anak itu meningkat, bukan hanya dilakukan perorangan tapi dilakukan berkelompok. Korban berkisar umur 14 tahun,” ujar Arist usai menjadi narasumber Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (9/1/2019).

Karenanya, Komnas Anak sangat mengapresiasi Polresta Tangerang karena berhasil mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Dalam kesempatan itu, lanjutnya, pihaknya memberikan penghargaan kepada Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

“Penghargaan ini diberikan karena Kapolres sudah menyelesaikan kasus Babeh, kasus pemerkosaan, kegiatan yang sifatnya memberikan akses pendidikan terhadap anak,” jelas Arist dikutip dari medcom.id.

Dengan penghargaan tersebut, Arist berharap penyelidikan kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat dan berhasil diungkap.

“Harapannya agar para penyidik lebih semangat dan serius untuk mengamati kasus-kasus (kekerasan terhadap anak),” katanya. (Red)

dilihat : 432 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution