Minggu, 17 Februari 2019 23:59:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 448
Total pengunjung : 473269
Hits hari ini : 2641
Total hits : 4345748
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PD II Buat Kaisar Jepang Kehilangan Status Manusia Setengah Dewa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 07 Januari 2019 20:08:23
PD II Buat Kaisar Jepang Kehilangan Status Manusia Setengah Dewa

Surabaya - Apa pentingnya suksesi Kekaisaran Jepang? Sebenarnya, di atas kertas, monarki tidak punya kewenangan apa pun dalam menentukan masa depan Negeri Sakura itu. Kekaisaran Jepang tidak sama seperti monarki negara-negara lain. Di Jepang, kaisar hanyalah simbol pemimpin.

Sejak Jepang dipaksa menyerah kepada AS dan sekutunya di akhir Perang Dunia II 1945, kaisar kehilangan status manusia setengah dewa. Seiring dengan berjalannya waktu, label yang melekat pada kaisar sebagai keturunan Dewi Ameterasu (Matahari) juga lenyap.

Kini pemerintahlah yang memegang penuh kendali negara."Pada dasarnya, tak ada lagi nuansa kedewaan yang tertinggal. Hanya kecintaan terhadap tradisi," kata Sarah Hightower, peneliti tentang Jepang.

Namun, bukan berarti pergantian kaisar tidak ada artinya. Itu bukan peristiwa biasa yang bisa diabaikan begitu saja. Meski tak punya kekuatan politik, kaisar adalah simbol kekuasaan tertinggi di Jepang. Karena itu, gengo alias nama era biasanya melekat di berbagai dokumen penting.

Jika era berubah, seluruh dokumen yang menggunakan nama era tersebut juga harus berubah. Yang paling repot adalah mengganti sistem penanggalan pada seluruh peranti lunak yang digunakan aparatur negara di seluruh Jepang. Karena itu, keputusan PM Shinzo Abe untuk mengumumkan gengo sebelum suksesi disambut baik oleh publik.

"Tentunya kami senang dengan keputusan pemerintah untuk mengumumkan nama era sebelum penobatan," ujar salah seorang pejabat perusahaan sistem komputer Jepang kepada Mainichi.

Wakil Direktur di Divisi Standardisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Tetsutaro Ueharawho mengatakan, pengumuman itu menjadi wujud iktikad baik pemerintah. Dia lega karena jarak pengumuman gengo dengan suksesi sekitar satu bulan.

Sebab, jika hanya selisih satu minggu, risiko Y2K pada Jepang bisa terjadi. Y2K adalah permasalahan sistem pelabelan komputer karena pergantian digit tahun dari 1999 menjadi 2000.

"Seluruh programmer pasti sibuk dengan penataan fiskal pada periode itu. Mereka juga harus ketambahan perubahan nama era" ungkap profesor di Ritsumeikan University.fjr/red

dilihat : 408 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution