Sabtu, 17 Agustus 2019 21:48:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1430
Total hits : 4875846
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ombudsman RI Sidak di Rutan Kelas I Surabaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 15 November 2018 08:08:15
Ombudsman RI Sidak di Rutan Kelas I Surabaya

Surabaya - Setelah siang memberikan hasil kajian dan temuan kepada Kepala UPT Pemasyarakatan di Jatim, kini rombongan ORI melakukan sidak ke Lapas/ Rutan.

Rombongan dipimpin anggota ORI, Ninik Rahayu, beserta tim. Dia diampingi Kakanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati, Kadiv Administrasi Wisnu Nugroho Dewanto dan Kadiv Pemasyarakatan Anas Saeful Anwar. UPT yang jadi sasaran sidak adalah Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng).

Karena sangat mendadak, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng, Andi Surya sempat terkejut dengan datangnya rombongan ORI. Bahkan Karutan Medaeng Teguh Pamuji pun sempat tidak tahu dan baru bergabung di tengah-tengah kunjungan.

Setelah briefing sebentar, Ninik minta diantarkan meninjau langsung ke area blok hunian. Blok pertama yang disidak adalah Blok Antasari. Di blok yang berisi 631 tahanan itu, Ninik meminta waktu khusus dengan WBP. Pihak Rutan maupun Kanwil diminta menunggu di luar.

Selama berinteraksi dengan WBP, Ninik bertanya langsung perihal apa saja yang dirasakan mereka. Mulai dari masalah air bersih, sanitasi, alas tidur, sirkulasi udara hingga kesehatan. “Masalah di sini sangat kompleks, sangat tidak ideal,” ujarnya, Rabu (14/11).

Menurut Ninik, hampir semua masalah yang ada berakar dari kondisi overload dan overstay. Memang, angka overload di Rutan Medaeng mencapai 400 persen. Sedangkan jumlah tahanan yang overstay lebih dari 1.000 orang. “Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh Karutan atau Kakanwil saja, perlu kebijakan dari pihak pusat,” ujarnya.

Ninik pun berjanji akan membawa dan melaporkan hasil temuan di lapangan ini ke pemerintah pusat. Agar ada perbaikan pada Criminal Justice System. “Semuanya harus terlibat untuk melakukan perbaikan,” jelasnya.

Sementara itu Susy mengungkapkan bahwa dirinya memang sengaja tidak memberitahu pihak Rutan. Hal ini agar tim ORI bisa melihat langsung kondisi real di lapangan. Mengenai saran yang diberikan oleh pihak ORI, Susy mengaku akan berusaha menindaklanjuti. “Kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan publik yang terbaik,” ujarnya.

Rombongan lalu melanjutkan sidak ke Lapas Sidoarjo. Di sana, tim ORI menemukan kondisi blok hunian yang lebih nyaman dari Medaeng. “Sementara sih, tidak ada keluhan dari penghuni,” ujar Ninik.

Plh Kalapas Sidoarjo Mufakom mengungkapkan masalah justru ada pada alat transportasi untuk pemindahan napi. Selain itu, perlu ditambah petugas yang punya keahlian khusus. Seperti perawat, ahli kelistrikan dan bangunan.info/red

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution