Sabtu, 23 Maret 2019 17:22:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 262
Total pengunjung : 484558
Hits hari ini : 2133
Total hits : 4454908
Pengunjung Online : 12
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Banjarmasin Jadi Tuan Rumah Daihatsu Astec Open 2018 Seri Kedelapan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 17 Oktober 2018 21:02:08
Banjarmasin Jadi Tuan Rumah Daihatsu Astec Open 2018 Seri Kedelapan

Banjarmasin - Turnamen Daihatsu Astec Open 2018 memasuki seri kedelapan yang dihelat di Banjarmasin, 16-20 Oktober 2018. Mempertandingkan Kelompok Umur (KU) 11, KU-13, KU-15, dan KU-17 tahun.

Sebelum resmi bergulir, ajang berlevel Sirkuit Nasional B ini menggelar press conference di Treepark Hotel Banjarmasin, Rabu (10/10).

Secara simbolis, Director Astec, Alan Budi Kusuma beserta pihak Daihatsu dan Ketua Harian PBSI Kalsel, Edy Soekarno melakukan serve secara serentak menandai turnamen Daihatsu Astec Open siap digelar.

Dalam kesempatan itu, Alan Budi Kusuma mengatakan, ajang ini sangat baik untuk pembinaan dan menyiapkan regenerasi pebulutangkis Indonesia yang sudah cukup senior dan hampir pensiun.

"Di 2018 ini menjadi tahun terakhir Liliyana Natsir bermain bulutangkis, artinya dia akan pensiun. Untuk itu kami saat ini mempersiapkan sebanyak-banyaknya atlet junior yang dapat menjadi penerus Liliyana dan kawan-kawan," jelas Alan.

Selain ditambahkannya, turnamen ini sebagai upaya mengembangkan misi dan komitmen PB PBSI mencari bibit dan bakat bulutangkis di Indonesia.

"Sebagaimana diketahui, pembinaan bakat bulutangkis saat ini lebih berpusat di Pulau Jawa. Bagaimana caranya bibit pemain tidak hanya di Jawa saja tapi dapat ditemukan di daerah lain seluruh Indonesia," tukas Alan.

Sasaran pembinaan yang diterapkan berkisar 11-13 tahun, alasan Alan yakni di usia tersebut dapat dilakukan pembentukan potensi dan bakat atlet secara optimal. Namun tidak menutup kemungkinan di usia 15-17 tahun bakat tersebut juga dapat ditemukan.

Hasil dari pembinaan PBSI di usia dini terlihat pada Kejuaraan Dunia Junior di Yogyakarta awal tahun 2018 lalu, yang mana melahirkan juara dunia di tunggal putri yang diraih Gregoria Mariska Tunjung.

"Saat ini ada 105 pemain pelatnas yang dibina dari rentang usia 15-34 tahun. Kami tentu berharap kejayaan bulutangkis Indonesia akan selalu ada hingga nanti," pungkas Alan.bp/sprt/red

dilihat : 416 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution