Kamis, 18 Oktober 2018 06:03:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 251
Total pengunjung : 430277
Hits hari ini : 2273
Total hits : 3970210
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menkominfo Gelar Konferensi Pers Bencana Palu dan Donggala






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 03 Oktober 2018 19:05:59
Menkominfo Gelar Konferensi Pers Bencana Palu dan Donggala

Jakarta - Menkominfo mengadakan konferensi pers terkait bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu – Donggala. Tema kali ini adalah “Bersatu Untuk Sulteng”, acara ini dilakukan di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri Rudiantara (Menkominfo), Sutopo Purwo (Humas BNPB), Irjen Pol Setyo Wasisto (Kadiv. Humas Polri) dan Prof. Safarudin (Kemensos).

Pembasan yang dibahas kali ini ialah mengenai pembuatan media center di Palu yang dikoordinir oleh BNPB dan BNPBD. Media center ini digunakan untuk mengetahui update info terbaru terkait bencana gempa dan tsunami di Sulteng.

Masih banyak korban yang tertimpa reruntuhan. Namun sebagian sudah di indentifikasi dan dimakamkan di TPU massal setempat. “Saat ini korban luka mencapai 799 orang dan sudah dilakukan penanganan di rumah sakit,” kata Sutopo, Selasa (2/10/2018) kemarin.

Diungkapkannya, kebutuhan dasar saat ini masih tertahan karena akses transportasi masih tertutup dan sampai saat ini sedang diupayakan pembukaan jalur, supaya pengiriman dapat terlaksana dengan lancar. “Stok obat-obatan mulai dikirim dari Manado dan Makassar, pengiriman logistik pun juga sudah mulai diterima masyarakat setempat,” jelasnya.

Sampai saat ini telah disediakan 15 truk dan 1000 kantong mayat. Selain itu, 2 gardu induk mulai di benahi dan masih tersisa 3 gardu induk lagi, diperkirakan tanggal 5 sudah pulih.

“Ada 6 kebutuhan yang paling dibutuhkan di daerah terdampak, diantaranya alat angkut udara berupa hercules C-130 yang dapat lepas landas di landasan pacu kurang dari 2000 meter, dibutuhkan juga tenda, alat fogging, rumah sakit darurat, water treatment untuk mengolah air laut menjadi air bersih dan tim kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Setyo Wasisto mengatakan, dalam penanganan bencana ini, Presiden dapat menerima bantuan dari Internasional namun harus meliputi 6 kebutuhan tersebut dan diurus oleh Kementerian Luar Negeri.

“Sebanyak 2.134 personil sedang dikirimkan secara bertahap ke lokasi bencana, diantaranya satuan Brimob, Sabhara, Tim Kesehatan, DVI, dan Tim K9,” ujarnya.

Dikatakannya, dapur umum pun sekarang sudah ada 9. Tiap 1 dapur dapat membuat 500 nasi bungkus. Nasi bungkus ini dimasak dan di koordinir oleh Pasukan Tagana (Taruna Tanggap Bencana).

“Saat ini yang ditakutkan adalah pembagian bantuan yang tidak merata dan nantinya menjadi bencana sosial. Untuk masalah listrik sudah teratasi sebanyak 49 persen dan sudah ada 10 Lokasi Wifi gratis yang disediakan untuk berkomunikasi,” pungkasnya. (Stv/bj)

dilihat : 17 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution