Sabtu, 17 Agustus 2019 22:43:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1552
Total hits : 4875968
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kemenaker Bersama Tahir Foundation Berangkatkan 40 CPMI Ke Taiwan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 03 Oktober 2018 15:30:36
Kemenaker Bersama Tahir Foundation Berangkatkan 40 CPMI Ke Taiwan

Surabaya - Sebanyak 40 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jawa Timur, disiapkan menjadi pilot project pelatihan dan penempatan CPMI di Taiwan dengan jabatan pendamping/perawat (caregiver).

Proyek percontohan ini hasil kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) R.I. dengan Tahir Foundation (TF)., yang didirikan oleh konglomerat Dato Sri Tahir bos Mayapada ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo menjelaskan, kerjasama antara Kemenaker dengan TF ini maka CPMI tidak lagi menanggung biaya pelatihan, sertifikasi dan penempatan di Taiwan karena seluruh biayanya telah ditanggung oleh TF.

Total biaya yang dikeluarkan oleh TF untuk setiap CPMI sebesar Rp 7.740.000 yang dialokasikan untuk biaya pelatihan selama dua bulan dengan 600 jam pelajaran, sertifikasi, kesehatan, paspor, visa kerja, uang saku, tiket pesawat dan seragam. Untuk asuransi CPMI dibantu oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Program Pilot project Kemenaker dan Tahir Foundation ini merupakan implementasi UU 18 tahun 2017, pasal 30 ayat 1 yaitu pekerja migran Indonesia tidak dapat dibebani biaya penempatan," kata Himawan.

Mantan Kabiro Hukum Setdaprov Jatim ini menambahkan, penerapan UU 18 tahun 2017 juga dilakukan dalam pola informasi, rekrut dan seleksi yang melibatkan petugas Desa Migran Produktif (Desmigratif), Kepala Desa, Disnaker Kab./Ko. dan Provinsi serta Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) sesuai pasal 38 sampai 42 dalam UU 18 Tahun 2017.

Diharapkan, sinergi antara Kemenaker dengan TF yayasan sosial yang dimiliki pengusaha kelahiran Surabaya ini, menjadi cikal bakal revolusi perbaikan tata kelola perlindungan PMI dari aspek administrasi dokumen sampai teknis penempatan bekerja di luar negeri hingga kembali ke tanah air dengan terlindungi.

Sesuai amanat UU 18 Tahun 2017, bahwa negara hadir dalam memberikan kemudahan dan perlindungan bagi PMI. "Bekerja ke luar negeri itu pilihan, jadilah profesional atau untuk modal usaha yang produktif," pesannya.info/red

dilihat : 434 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution