Sabtu, 17 Agustus 2019 22:01:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1456
Total hits : 4875872
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -HIPMI Jatim : Rupiah Melemah, Ekonomi RI Tetap Kokoh






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 06 September 2018 19:33:39
HIPMI Jatim : Rupiah Melemah, Ekonomi RI Tetap Kokoh

Surabaya - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menilai, meskipun nilai rupiah melemah terdepresiasi tetapi ekonomi Indonesia tetap kokoh dan tidak akan menjurus ke krisis.

Ketua HIPMI Jawa Timur, Mufti Anam mengatakan, kondisi fundamental ekonomi nasional cukup baik. Pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi tahunan terkelola di level 3,2 persen. "Sementara rating utang Indonesia masih investment grade, bahkan kemarin lembaga rating Fitch tetap pertahankan outlook stable untuk Indonesia. Semua lembaga rating mengatakan begitu. Artinya, semua risiko ekonomi terkelola dengan baik," ujar Mufti di Surabaya, Kamis (6/9) melalui siaran persnya.

Lanjut Mufti,melemahnya rupiah lebih banyak disebabkan faktor eksternal, terutama gejolak di Turki dan Argentina serta kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Faktor eksternal pula yang menyebabkan krisis 1998. Namun, yang membedakan dengan kondisi saat ini adalah posisi fundamental ekonomi yang jauh lebih baik dibanding 1998.

"Memang beda kondisi saat ini dengan 1998. Fundamental ekonomi kita oke hari ini, bahkan kalau dibandingkan dengan negara lain, kita lebih baik. Cadangan devisa pun tinggi, sehingga BI punya cukup ruang untuk intervensi rupiah," tuturnya

Sementara saat ini, pengelolaan utang valas swasta juga sudah cenderung lebih berhati-hati karena banyak yang telah menggunakan fasilitas hedging (lindung nilai) agar terlindungi dari gejolak nilai tukar.

Sementara lingkungan HIPMI sudah disosialisasikan penggunaan fasilitas swap BI untuk pengusaha yang butuh dolar. "Pengusaha-pengusaha muda juga sudah konversi dolar ke rupiah. Anak-anak muda Jatim ada valas hasil ekspor, semua dikonversi ke rupiah. Ini wujud gerak kita bersama menjaga ekonomi," tambahnya.

Dikatakan Mufti, pengusaha mengapresiasi respons cepat pemerintah dan BI dalam mengelola dinamika kurs. Misalnya, BI langsung menurunkan batas minimal transaksi swap lindung nilai yang mendorong pengusaha memakai fasilitas itu agar terlindungi dari gejolak kurs. Juga ada pembatasan impor barang-barang yang tak strategis, peningkatan bahan bakar nabati untuk menekan impor minyak, dan sebagainya.

“Mari kita semua respons cepat pemerintah dan BI tersebut mampu berdampak psikologis yang membuat dunia usaha yakin bahwa risiko nilai tukar saat ini bisa terkelola dengan baik,” ujarnya.info/red

dilihat : 434 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution