Minggu, 20 Januari 2019 01:57:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 40
Total pengunjung : 462847
Hits hari ini : 287
Total hits : 4252225
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jadi Kota Layak Anak, Surabaya Masih Banjir Iklan Rokok






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 22 Agustus 2018 22:36:50
Jadi Kota Layak Anak, Surabaya Masih Banjir Iklan Rokok

Surabaya - Surabaya menjadi salah satu darrah yang mendapat anugerah kota layak, namun sayangnya kota pahlawan ini masih dibanjiri iklan rokok, padahal benda satu ini harus dijauhkan dari pandangan anak-anak.

Hasil studi yang dilakukan TCSC IAKMI Jawa Timur menyebut, ada 87 jalan (33,33%) dari 261 jalan di Kota Surabaya yang menampilkan iklan rokok dengan berbagai jenisnya, Billboard, baliho, videotron dan lainnya. Dari 87 jalan yang menampilkan reklame rokok itu, jumlah absolut dari reklame rokok tersebut adalah sebanyak 122 reklame.

Ironisnya reklame rokok tersebut banyak yang terpampang dalam jarak < 10 m dari lokasi yang seharusnya steril dari reklame rokok, terdapat 22 reklame (18%) yang berada disekitar Kawasan Terbatas Merokok (KTR) seperti, tempat pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah.

"Ini bahaya, anak-anak akan terkena pengaruh dari iklan rokok. Pemerintah mestinya berani melarang iklan rokok tersebut," ujar Hario Megatsari, S.KM., M.Kes. dari Perhimpunan Promosi Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Kurnia Dwi Artanti, dr., M.Sc dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menambahkan, sebenarnya sudah ada aturan terkait KTR, meskipun belum maksimal.

Dalam UU 36/2009 dan PP 109/2012 menyatakan ada ada 7 jenis sarana yang dikategorikan sebagai KTR, yakni Fasilitas pelayanan kesehatan, Tempat proses belajar mengajar, Tempat anak bermain, Tempat ibadah, Angkutan umum, Tempat Kerja, dan Tempat Umum dan Tempat lain yg ditetapkan.

Sementara di dalam Perda Kota Surabaya No. 5/2008 belum menetapkan 2 lokasi terakhir, yaitu Tempat Umum dan Tempat Kerja sebagai KTR.

Konsep KTR sendiri, menurut PP 109/2012, adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok, atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau.

"TCSC IAKMI Jawa Timur mendorong Pemkot Surabaya untuk mengamandemen Perda 5/2008 dengan memasukkan fasilitas tempat kerja dan fasilitas tempat umum menjadi KTR," jelasnya.

Selain itu, KTR tidak mewajibkan tempat khusus merokok karena hasil riset menunjukkan banyak terjadi pelanggaran karena keberadaan tempat khusus merokok. Adanya tempat khusus merokok dapat memberatkan masyarakat dari sisi biaya dan akhirnya justru memberi keistimewaan bagi perokok.

Menurut Kurnia, KTR juga bukan melarang orang merokok tetapi mengatur tempat orang yang merokok sehingga orang yang tidak merokok terbebas dari asap rokok.

"Di sisi lain KTR juga akan bisa membersihkan Surabaya dari reklame produk rokok. Karena industri rokok akan dilarang untuk menampilkan reklame rokok di Kota Surabaya," terangnya.

Kurnia menyebut, terpaan iklan dan promosi rokok sejak usia dini pada anak meningkatkan persepsi positif akan rokok, keinginan untuk merokok, bahkan mendorong mereka untuk kembali merokok setelah berhenti.

Ketua TCSC-IAKMI Jawa Timur, Dr. Santi Martini, dr., M.Kes menambahkan, efek nikotin dan bahaya kandungan bahan adiktif di dalam rokok belum banyak diketahui masyarakat, sebab setiap kali ada penderita penyakit akibat rokok, pihak rumah sakit dan dokter lah yang mengetahuinya. Sementara para perokok di luar sana pun tak tahu hingga mengalaminya sendiri.

"Kita harus mulai membangun perspektif rokok itu abnormal," tegas Santi.red

dilihat : 54 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution