Kamis, 27 Juni 2019 15:09:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 231
Total pengunjung : 517326
Hits hari ini : 1653
Total hits : 4749865
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BPJS Ketenagakerjaan: Kepesertaan JHT dan JP di Jawa Barat Masih Minim






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 08 Agustus 2018 03:08:47
BPJS Ketenagakerjaan: Kepesertaan JHT dan JP di Jawa Barat Masih Minim

Bandung - Jumlah pekerja yang terlindungi oleh Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) masih sangat kecil, yaitu sebesar 14.771.000 orang, sedangkan jumlah angkatan kerja di Indonesia sebesar 120.070.000 orang.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kuswahyudi mengatakan JHT merupakan program jaminan sosial yang diberikan kepada pekerja berupa uang tunai yang dibayarkan sekaligus saat peserta memasuki pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap.

Menurutnya, program JHT yang merupakan salah satu program hari tua dengan iuran terendah di dunia, yakni 5,7%, namun kondisinya justru dinikmati oleh 80% pekerja usia produktif yang berhenti bekerja

"Diharapkan para pimpinan perusahaan dapat memberikan masukan yang dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja khususnya dalam menghadapi hari tua dan masa pensiun," katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa (7/8/2018).

Sedangkan JP sebagai program baru diberikan setiap bulan saat pekerja memasuki masa pensiun 56 tahun atau mengalami cacat total permanen & atau meninggal dunia yang diberikan kepada pekerja atau ahli waris yang sah.

Program ini, kata Kuswahyudi dipersiapkan bagi pekerja untuk tetap mendapatkan penghasilan bulanan di saat memasuki usia yang tidak lagi produktif. Skema manfaatnya sama persis dengan manfaat yang dinikmati oleh Aparatur Sipil Negara. Diharapkan dapat memberikan ketenangan dalam menjalani hari-hari di masa tuanya.

"Namun sayangnya, skema ini hanya memberikan nilai penggantian manfaat bulanan di hari tua sebesar 30% dari total pendapatan yang diterima pekerja di saat usia produktif," ujarnya.

Adapun, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Deddy Widjaya mengatakan pada dasarnya untuk meningkatkan kesadaraan pengusaha akan pentingnya manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, baik secara pribadi maupun untuk bisnis yang digeluti harus lah dengan cara bertahap. Seperti salah satunya pihak BPJS ketenagakerjaan harus selalu memperbaiki setiap kekurangan dalam pelayanannya, maka dengan demikian tentunya kalangan pengusaha dengan sendirinya akan menjadi taat.

"Sebenarnya akan lebih efisien dari sudut pandang pengusaha jika mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Dalam konteks ini BPJS Ketenagakerjaan harus senantiasa melakukan evaluasi secara kontinyu sehingga menjadi lembaga yang dapat dibanggakan oleh bangsanya.” pungkasnya.we/red

dilihat : 432 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution