Senin, 23 Juli 2018 12:53:43 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 132
Total pengunjung : 407680
Hits hari ini : 613
Total hits : 3717763
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Masyarakat Harus Jadi Polisi Bagi Lingkungannya Guna Cegah Terorisme






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 11 Juli 2018 14:18:54
Masyarakat Harus Jadi Polisi Bagi Lingkungannya Guna Cegah Terorisme

Surabaya - Polda Jatim membentuk tim khusus atau Satgas Anti Teror untuk mengantisipasi terorisme di Jawa Timur. Selain melakukan pencegahan, satgas ini juga terus mengejar terduga bom Bangil, Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo mengatakan tujuan dari dibentuknya Satgas Anti Teror Polda Jatim adalah untuk membangkitkan kebiasaan masyarakat agar lebih waspada terhadap hal-hal berbau terorisme.

"Tujuan paling utama adalah membangkitkan kebiasaan masyarakat atau supaya lebih peduli lingkungan, jadi nggak cuek, karena beberapa TKP Bom domisilinya di perumahan-perumahan yang ramai," terang Agung yang juga Wakil Satgas Anti Teror.

Agung juga menyayangkan sikap individualisme masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungannya.

"Lah kok sampai nggak ngerti aktivitas kesehariannya, ini mungkin karena masyarakat sudah mulai berkembang peradabannya, yaitu lo lo gue gue, ini ciri-ciri masyarakat individualisme," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta awak media untuk mensosialisasikan dan membangkitkan kehidupan sosial masyarakat, supaya lebih peduli lagi dengan lingkungan sosialnya.

Agung mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi polisi sendiri di lingkukanganya. Untuk selalu waspada apabila ada suatu hal yang mencurigakan.

"Kita berharap masyarakat peduli dengan lingkungannya. Jadi, ada orang-orang kumpul mencurigakan, oh ini kok gak jelas tiap hari ada apa?" ujarnya.

Oleh karena itu, peduli dan gotong royong serta tenggangrasa harus selalu di tanam di tengah-tengah masyarakat.

"Yang paling penting membangkitkan kehidupan masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungannya," lanjut Agung.

Agung menambahkan, seperti yang pernah disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di Jawa Timur.

"Karena polisi tidak mampu bekerja sendiri, ingat seperti yang di omongkan Kapolda, ketertiban dan keamanan Jawa Timur bukan bergantung kepada kekuatan aparat, tetapi seberapa besar keinginan masyarakat sendiri untuk mengamankan diri dan lingkungannya," pungkasnya.jnn/red

dilihat : 13 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution