Senin, 23 Juli 2018 12:33:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 118
Total pengunjung : 407666
Hits hari ini : 498
Total hits : 3717648
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari Kecam Kebijakan Duerte






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 Juli 2018 19:30:04
Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari Kecam Kebijakan Duerte

Manila – Kelompok gereja Katolik di Filipina mengecam berbagai kebijakan Presiden Rodrigo Duterte seperti pemberantasan gelandangan, pembunuhan pendeta dan pembunuhan dalam perang narkoba.

Kelompok Catholic Bishops Conference of the Philippines tidak menyebut nama Duterte secara langsung dalam pernyataannya.

Namun, gereja Katolik terbesar di Asia ini menyeru kepada masyarakat, yang mayoritas penganut Katolik, untuk berdoa dan berpuasa selama tiga hari hingga 19 Juli 2018.

Apa yang baru tentang para pendeta dibunuh karena menjadi saksi Yesus? Apa yang baru mengenai para nabi moderen yang dibungkam peluru para pembunuh kejam,” begitu pernyataan CBCP seperti dibacakan Uskup Calcocan, Pablo Virgilio David, seperti dilansir Rappler, Senin, 9 Juli 2018.

CBCP mengeluarkan pernyataan ini seusai mengadakan rapat umum ke 117, yang digelar di Pope Pius XII Catholic Center di UN Avenue pada 7 – 9 Juli 2018 di Manila seperti dilansir media Rappler. Acara ini diikuti oleh sekitar 80 uskup aktif.

Menurut Rappler,”Ini merupakan kritik paling keras dan komprehensif oleh CBCP terhadap rezim Duterte.”

CBCP saat ini dipimpin Uskup Agung Davao, Romulo Valles, yang dikenal berteman dengan Duterte saat dia masih menjabat sebagai wali kota Davao.

CBCP mengatakan puasa dan doa itu sebagai cara untuk,”Mendapatkan ampunan dan keadilan Tuhan terhadap mereka yang telah menghina nama suci Tuhan, berbohong dan melakukan pembunuhan atau membenarkan cara pembunuhan sebagai cara untuk memberantas kriminalitas di negara kita.”

Pernyataan keras CBCP ini muncul setelah Duterte membuat pernyataan terbuka menyebut Tuhan bodoh. Duterte mengkritik ajaran dosa asal dalam penciptaan Adam dan Hawa saat berpidato pada Juni 2018.

“Kejahatan disebut lahir saat Adam memakan buah yang diberikan Hawa. Siapa Tuhan bodoh ini. Orang ini pasti sangat bodoh,” kata Duterte dalam pidato itu seperti dilansir Manila Standard, Minggu, 24 Juni 2018. “Anda menciptakan sesuatu yang sempurna lalu Anda memikirkan sebuah peristiwa yang akan menggoda dan menghancurkan kualitas dari ciptaan Anda.”

Duterte juga mengaku tidak menerima konsep dosa asal. “Saya tidak bisa menerima konsep itu. Itu pernyataan yang sangat bodoh. Dosa apa? Dosa asal lalu mereka akan membaptismu. Kepala Anda akan dicuci oleh air suci dan bahkan Anda akan percaya pendeta itu,” kata Duterte dalam bahasa Filipino.

Meski begitu, Duterte, yang terlahir sebagai Katolik, mengakui adanya Tuhan universal. “Tuhan Anda bukan Tuhan saya karena Tuhan mu bodoh. Tuhan saya jauh lebih pintar,” kata Duterte.

Soal ini, CBCP mengeluarkan pernyataan kritik yang berbunyi,”(Orang) yang secara arogan menganggap dirinya sendiri sebagai bijaksana dan menghujat Tuhan kita sebagai bodoh.”

Ucapan Duterte ini mendapat kecaman berbagai kalangan termasuk masyarakat dan selebritas. Namun, Duterte melanjutkan pernyataan kontroversialnya mengenai Tuhan dan mengaitkannya dengan masa jabatan sebagai Presiden.

“Saya tidak akan meminta maaf, tidak dalam jutaan tahun," kata Duterte kepada media di Bohol, Filipina, 28 Juni 2018, seperti dilansir Manila Times.

Dalam pernyataan terbarunya di Davao pada Jumat, 6 Juli 2018, Duterte mengatakan,” Logikanya di mana ada Tuhan?"

Pemimpin berusia 73 tahun itu mengatakan, jika ada satu orang saksi yang dapat membuktikan, mungkin dengan gambar atau selfie yang menunjukkan manusia melihat dan berbicara dengan Tuhan, "Saya akan segera mengundurkan diri sebagai presiden," ucapnya seperti ditulis Daily Mail.

Duterte bukan hanya membuat pernyataan atau tindakan kontroversial terhadap ajaran agama, dia juga pernah meminta seorang ekspatriat Filipina di Seoul, Korea Selatan, untuk mencium bibirnya jika ingin mendapatkan hadiah sebuah buku.Saat itu kelompok advokasi perempuan mengecam tindakan Duterte sebagai sebuah bentuk pelecehan.

Duterte menjawab,”Jika semua wanita di sini akan menandatangani petisi bagi saya untuk mengundurkan diri, saya akan mengundurkan diri," kata Duterte, seperti dilansir Reuters pada 6 Juni 2018.

Duterte juga berkata kasar terhadap pejabat HAM PBB, yang mengkritik perilakunya dan memintanya untuk mengikuti tes kejiwaan karena sering berbicara kotor dan kasar.

"Jika orang-orang bodoh ini datang ke sini, apakah ada buaya di sini yang makan orang? Buang bajingan-bajingan itu ke buaya," katanya kepada sejumlah tentara dalam sebuah pertemuan di Kota Zamboanga City pada Sabtu, 10 Maret 2018 seperti dilansir media lokal Philstar.

Duterte juga pernah mengatakan kepada ahli Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB), Diego Garcia-Sayan, untuk go to hell. Dia memperingatkan lembaga internasional agar tidak melakukan campur tangan terhadap urusan domestik Filipina.

“Katakan kepada dia jangan mengintervensi urusan negara saya. Persetan dengan dia,” kata Duterte pada Sabtu, 2 Juni 2018 seperti dilansir Reuters.

Garcia-Sayan mengkritik pencopotan Ketua Mahkamah Agung Filipina, yang terjadi beberapa hari pasca kecaman yang dilontarkan Duterte. Garcia-Sayan menyebut kedaulatan hukum dan kemerdekaan pengadilan di Filipina mulai runtuh.tmp/red

dilihat : 13 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution